Daerah

Ujian dengan Smartphone Ala SMK Muhammadiyah Payaman

MAGELANG - Sistem mengajar pada era sekarang sudah muncul dengan banyak cara. Hal itu dimaksudkan untuk memberikan kesan dengan efektifitas yang berbeda, begitu pula dengan cara mengerjakan ujian. Kemajuan teknologi yang semakin canggih dan pesat tentu tidak lepas peran dalam hal ini.

Berlokasi di Jl. Raya No.1, Tegowanon, Payaman, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah sebagai sekolah berbasis industri. SMK Muhammadiyah Payaman mengikuti perkembangan teknologi dan menyikapi revolusi industri yang semuanya berbasis IT.

Memang, fenomena yang tampak berbeda di SMK Muhammadiyah Payaman, ketika sedang melaksanakan ujian kenaikan kelas. Para siswa mengerjakan soal ujian menggunakan smartphone pribadi masing masing.

“Kami mengikuti perkembangan dan pemanfaatan kemajuan teknologi, salah satunya siswa dalam mengerjakan soal ujian memakai smartphone pribadi mereka yang sebelumnya sudah terinstal aplikasi khusus untuk ujian," kata Drs. Gunadi, Kepala SMK Muhammadiyah Payaman.

Ujian kenaikan kelas berbasis smartphone android ini, sudah sesuai kebijakan dari Yayasan Muhammadiyah.

"Ujian yang menggunakan smartphone ini khusus mata pelajaran ISMUBA seperti Aqidah Akhlaq, Bahasa Arab, PKM (Pendidikan KeMuhammadiyahan), Alquran Hadist, ibadah/fiqh. Sedangkan mata pelajaran Nasional menggunakan media kertas seperti sekolah lain," jelasnya.

Bagi siswa yang tidak mempunyai smartphone pribadi maka, pihak sekolah membantu menyediakan komputer di laboratorium. Di sana siswa bisa mengerjakan soal ujian.
Para guru tidak merasa khawatir akan terjadinya kecurangan saat ujian.

"Kami merasa aman dan siswa tidak akan bisa mencari contekaan dengan browsing di smartphone mereka," tandas Kepala Sekolah yang juga pengampu mapel PPKN tersebut.

Diterangkan bahwa, jika siswa sengaja keluar sementara dari aplikasi ujian dan membuka web browser untuk mencari contekan, aplikasi ujian secara otomatis akan mengulangi soal dari awal. Tentunya ketika siswa menggunakan smartphone atau komputer, para guru juga tetap melakukan pengawasan ujian secara langsung.

Tidak hanya penggunaan teknologi informasi, sekolah juga siap menyalurkan siswanya ketika sudah lulus. Bagi siswa yang memenuhi persyaratan ketika sudah lulus akan disalurkan bekerja pada perusahaan melalui BKK (Bursa Kerja Khusus) SMK Muhammadiyah Payaman Magelang dan mitra kerja BKK (Bursa Kerja Khusus) SMK Muhammadiyah 2 Muntilan, SMK Muhammadiyah 2 Borobudur, SMK Muhammadiyah Mungkid, dan SMK Muhammadiyah 2 Mertoyudan. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?