Nasional

Kini Ada Beasiswa Difabel, Kuliah Gratis dan Biaya Hidup Rp 1 Juta Per Bulan

JAKARTA – Plot beasiswa untuk mahasiswa bertambah. Ada dua lagi beasiswa yang akan dikeluarkan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) di tahun 2019 ini. Yakni, beasiswa difabel dan beasiswa atlet mahasiswa berprestasi. Beasiswa difabel ditujukan kepada mahasiswa baru penyandang disabilitas. Sedangkan, beasiswa atlet mahasiswa berprestasi menyasar mahasiswa baru yang masuk program studi keolahragaan.

"Beasiswa itu diberikan untuk peningkatan dan pemerataan akses kuliah di perguruan tinggi,” ungkap Menristekdikti Mohamad Nasir dilansir dari jpnn.com.

Menteri Nasir menambahkan, Undang Undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi mengamanatkan perguruan tinggi negeri (PTN) harus menerima mahasiswa dari kalangan tidak mampu dan daerah 3T minimal 20 persen dari daya tampung. Sejauh ini Kemenristekdikti baru dapat mengalokasikan delapan persen dari beasiswa kepada mahasiswa.

Melansir dari beritasatu.com, khusus untuk beasiswa difabel, Nasir mengatakan mereka mendapatkan beasiswa mencakup gratis biaya kuliah atau uang kuliah tunggal (UKT) dibebaskan, serta biaya hidup bulanan senilai Rp 1 juta.

"Khusus difabel, skema bantuan yang diberikan yaitu jika mereka masuk jalur seleksi yang disiapkan (SNMPTN, SBMPTN, dan ujian mandiri PTN),” ujar Nasir.

Sedangkan untuk beasiswa atlet berprestasi, Nasir mengatakan, mahasiswa akan mendapatkan fasilitas gratis biaya kuliah dan tunjangan prestasi sebesar Rp 1,5 juta bagi mahasiswa yang diterima pada program studi terkait olahraga pada PTN Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang menyelenggarakan program studi olahraga.

Menurut Nasir, melalui beasiswa atlet menjadi pembuktian bahwa pemerintah mendukung mahasiswa yang punya potensi prestasi olahraga.

"Mahasiswa yang masuk program studi olahraga mendapatkan pembinaan secara terencana, berjenjang, dan berkelanjutan untuk mencapai prestasi di tingkat nasional sampai internasional,” ujar Nasir.

Selain itu, lanjut dia, Kemenristekdikti juga memutuskan menambah penerima beasiswa Bidikmisi dari 90 ribu pada 2018 menjadi 130 ribu pada 2019 serta meningkatkan biaya hidup Bidikmisi dari 600 ribu menjadi 700 ribu per bulan pada tahun ini.

“Sebelumnya, dari total 7,5 juta mahasiswa di Indonesia, sejauh ini pemerintah baru dapat mengalokasikan beasiswa bagi delapan persen mahasiswa melalui beasiswa Bidikmisi, Adik Papua dan Daerah 3T serta beasiswa PPA,” ungkapnya dilansir dari minanews.net.

Sejauh ini Kemenristekdikti baru dapat mengalokasikan delapan persen dari beasiswa kepada mahasiswa. Sedangkan 12 persen beasiswa berasal dari upaya PTN. Beasiswa difabel dan beasiswa atlet merupakan langkah Kemenristekdikti untuk meningkatkan jumlah beasiswa pemerintah menuju 20% dari jumlah mahasiswa Indonesia. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?