Nasional

800 Beasiswa Dikti untuk Siswa Daerah 3T dan Anak TKI

JAKARTA - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyediakan 2.000 beasiswa kuliah bagi putra dan putri Papua, Papua Barat, dan daerah 3T (Terluar, Terdepan dan Tertinggal) lewat Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) tahun ini. Kurangnya akses pendidikan tinggi di daerah 3T masih menjadi kendala dalam pemerataan pendidikan.

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa), Kemenristekdikti Ismundandar mengatakan dari tahun ke tahun pemerintah selalu memberikan peluang lebih besar kepada Anak Papua. Untuk dapat mengakses pendidikan tinggi, baik itu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang berkualitas.

“Kuota beasiswa ADik tahun 2019 ada 2.000 beasiswa,” kata Ismunandar seperti dikutip medcom.id.

Kuota itu dibagi menjadi 800 beasiswa untuk wilayah 3T (kabupaten/kota), 100 beasiswa untuk anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di daerah perbatasan negara. Kemudian 600 beasiswa didistribusikan kepada penerima beasiswa dari Papua dan Papua Barat. Kemudian 100 beasiswa untuk wilayah 3T Papua dan Papua Barat, dan 400 beasiswa bagi Penerima program ADem (Afirmasi Pendidikan Menengah).

Program Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) merupakan upaya pemerintah meningkatkan akses dan kesempatan belajar di perguruan tinggi bagi lulusan SMA atau sederajat yang memiliki potensi akademik baik namun memiliki keterbatasan akses pendidikan tinggi.

Dilansir kompas.com, Program ADik merupakan bentuk keberpihakan pemerintah dalam membantu perguruan tinggi mencari dan menjaring calon mahasiswa. Terutama dari daerah Papua dan Papua Barat serta daerah 3T. Program ADik dikelola Kemenristekdikti melalui Ditjen Belmawa.

Cakupan beasiswa

  1. Biaya pendidikan
  2. Biaya hidup
  3. Pendampingan pendidikan

Kuota beasiswa

  1. Total kuota program ADik tahun 2019 wilayah 3T dan anak TKI sebesar 800 beasiswa yang akan didistribusikan kepada penerima dari: Kabupaten/kota 3T, Penerima ADEM 3T dan Anak TKI berlokasi di daerah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  2. Total kuota program ADik tahun 2019 wilayah Papua dan Papua Barat sebesar 1000 beasiswa yang akan didistribusikan kepada penerima dari: Papua, Papua Barat, Wilayah 3T Papua dan Papua Barat dan Penerima program ADEM (Afirmasi Pendidikan Menengah). Syarat peserta 1. Berasal dari daerah Papua dan Papua Barat, daerah terdepan, terluar, tertinggal (3T), serta anak TKI dari wilayah perbatasan. 2. Memilih Perguruan Tinggi di luar provinsi asal atau domisili.
  3. Siswa yang telah lulus pada tahun 2018 dan siswa yang akan lulus pada tahun 2019.

Jalur Penerimaan

  1. Jalur SNMPTN: lulus SNMPTN
  2. Jalur SBMPTN: lulus SBMPTN
  3. Jalur Politeknik : Peserta lulus PMDK-PN dan Peserta UMPN
  4. Jalur Tes ADik : Peserta Tes ADik

Jadwal dan Tes UTBC (Ujian Tulis Berbasis Cetak)

  1. Pendaftaran melalui sistem ADik : 29 April – 30 Mei 2019
  2. Tes UTBC ADik : 18 Juni 2019

Hanya peserta jalur Tes ADik yang didaftarkan oleh pemerintah daerah (kabupaten/kota) ke sistem ADik melalui laman (https://adik.ristekdikti.go.id) yang mengikuti UTBC.

  • Untuk wilayah 3T, masing-masing kabupaten/kota menyiapkan maksimum 40 peserta UTBC yang telah didaftarkan secara online di sistem ADik.
  • Untuk wilayah Papua dan Papua Barat sesuai dengan jumlah peserta UTBC yang telah didaftarkan oleh pemerintah daerah.
  • Untuk Program ADEM, sesuai dengan jumlah peserta UTBC yang telah didaftarkan oleh koordinator sekolah.
  • Untuk Program ADik TKI, sesuai dengan jumlah peserta UTBC yang telah didaftarkan oleh Atase Pendidikan KBRI KL.

Informasi lengkap beasiswa dan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta penerima beasiswa ADik dapat dilihat melalu laman resmi https://adik.ristekdikti.go.id/. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?