Muji Setiyo (berada disebalah anaknya) bersama istri dan anak berfoto bersama tim penguji setelah gelaran sidang terbuka dan memperoleh predikat Cum Laude dalam disertasinya.

Tokoh

Muji Setiyo Doktor Termuda dengan Predikat Cum Laude

MAGELANG – Muji Setiyo, dosen Fakultas Teknik Prodi Otomotif dari Universitas Muhammadiyah Magelang (UM Magelang), Jawa Tengah berhasil menyelesaikan masa studinya dan memperoleh gelar doktor. Gelar tersebut berhasil diperoleh dalam sidang terbuka yang diadakan pada Selasa 18 Juli 2017 dengan predikat lulus Cum Laude.

Masa studi yang ditempuh selama 2 tahun 9 bulan di Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur tersebut mengantarkannya sebagai doktor ke 13 UM Magelang. Gelar doktor yang berhasil diperoleh diusia 34 tahun ini, juga sebagai doktor termuda dimiliki UM Magelang.

Baca : UM Magelang Lahirkan Guru Besar Setelah 53 Tahun

Muji Setiyo yang juga menjabat sebagai Kepala Divisi Penelitian di LP3M UM Magelang tersebut, menyampaikan disertasi yang berjudul “Karakteristik Pendinginan Langsung (Direct Refrigeration) dari Proses Evaporasi Bahan Bakar Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk Pendinginan Kabin Mobil”. Dengan penjelasan dalam disertasi tersebut, tim penguji yang diketuai Prof Ir Sudjito Soeparman, PhD memberikan IPK 3,88.

Dalam paparannya disebutkan, sistem Air Condition (AC) telah menjadi asesoris utama bagi kendaraan untuk meningkatkan kenyamanan berkendara. Namun demikian, selama AC bekerja dengan sistem kompresi uap, akan mengambil tenaga dari mesin untuk menggerakkan kompresor. Hal ini akan meningkatkan konsumsi bahan bakar antara 21 hingga 53%.

”Sementara itu, kendaraan berbahan bakar LPG menyediakan potensi pendingin langsung (direct refigeration) dari perubahan fase LPG pada perangkat vaporizer. Namun potensi ini belum dimanfaatkan dan hilang melalui engine coolant,” katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, penelitian yang dilakukan dengan metode eksperimental sungguhan (true experimental research) tersebut difokuskan pada karakteristik direct refrigeration yang dihasilkan dari penguapan LPG untuk pendinginan kabin mobil. Penelitian tersebut, dilakukan di dua laboratorium yang berbeda.

Penelitian tentang pengujian komposisi LPG dengan GC-MS dilakukannya di Laboratorium Terpadu Universitas Diponegoro Semarang, Jateng. Selanjutnya untuk uji validasi efek pendinginan dilaksanakan di Laboratorium Otomotif UM Magelang.

Setelah melakukan tahapan penelitian ini, ia menyimpulkan bahwa LPG yang keluar dari tangki selama proses pengosongan tangki menunjukkan bahwa molekul propane dan butane 2-methyl tidak konstan. Selain itu, semakin tinggi tekanan penguapan LPG dalam evaporator dan semakin besar laju aliran massa LPG, maka semakin besar efek pendinginan yang dihasilkan.

“Hasil pengujian menunjukkan efek pendinginan maksimal yang dapat dibangkitkan adalah sebesar 1,2 kW. Dengan beban pendinginan sebuah mobil penumpang berkisar antara 3-6 kW, ini berarti bahwa efek pendinginan dari sistem bahan bakar LPG memberikan kontribusi pada sistem AC hingga 40% untuk kendaraan dengan beban pendinginan 3 kW dan 20% untuk kendaraan dengan beban pendinginan 6 kW,” jelasnya dalam pemaparan sidang terbuka tersebut.

Muji Setiyo juga mengajukan hak paten atas produk alat refrigerasi dari proses evaporasi LPG pada kendaraan berbahan bakar LPG. Rektor UM Magelang Ir Eko Muh Widodo, MT juga tampak hadir dan memberikan sambutan saat ujian terbuka tersebut.

“Muji diharapkan menjadi brenchmark bagi teman-temannya agar segera menyelesaikan studi dan kembali ke kampus untuk menguatkan SDM di UM Magelang,” ujar rektor bangga.

Apa Tanggapan Anda ?