Optimalisasi praktek klinik, mahasiswa ikuti Studium Generale di UM Magelang, Jawa Tengah. foto : Humas UM Magelang

Daerah

Empat Karakter Tetap Harus Dimiliki Perawat Profesional


MAGELANG – Adanya kemajuan teknologi, para perawat profesional diharapkan tetap memiliki empat karakter. Yaitu, Hayyin (rendah hati), Layyin (lemah lembut), Qaribin (mudah diakrabi), dan Sahlin (senang memudahkan urusan orang lain).

Di samping itu, menjadi aspek yang penting melihat teori Jean Watson tentang “Human Caring” yang juga menjadi esensi penting dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

“Yang tak kalah penting, implementasi spiritual mindfulness juga perlu untuk dilakukan dalam berbagai intervensi keperawatan. Karena sudah menjadi hal yang dimaklumi bahwa ketika pasien sakit, tidak hanya aspek fisik saja yang perlu diperhatikan. Namun juga aspek spiritual, yang juga turut menjadi faktor pendukung untuk akselerasi kesembuhan pasien,” kata pakar Spiritual Mindfullness, Dr. Meidiana Dwidiyanti, S.Kp., M.Sc dari Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah.

Ia menyampaikan itu saat mengisi studium general dengan topik ‘Terapi komplementer di era revolusi industry 4.0’. Acara ini dilaksanakan Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang di Aula Gedung Fikes UM Magelang dan diikuti dosen-dosen keperawatan serta 160 Mahasiswa S-1 Ilmu Keperawatan.

Kegiatan ini juga berkaitan dengan optimalisasi dan improvisasi persiapan praktek klinik mahasiswa yang telah disiapkan dengan baik oleh Program Studi (Prodi) S-1 Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UM Magelang. Di tengah-tengah proses pembekalan pra-praktek yang begitu padat, Ns. Sigit Priyanto, M. Kep, Ketua prodi S-1 Ilmu Keperawatan mengadakan kegiatan Studium Generale (kuliah umum) yang mengundang seorang pakar Spiritual Mindfullness, Dr. Meidiana Dwidiyanti, S.Kp., M.Sc dari Universitas Diponegoro, Semarang itu.

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UM Magelang Puguh Widiyanto, S. Kp, M. Kep, mengatakan, acara ini agar kemajuan teknologi bisa berimbang dengan pengaplikasian terapi komplementer.

“Semoga dengan adanya kemajuan teknologi via revolusi industri 4.0, terapi komplementer dapat diaplikasikan secara optimal. Khususnya oleh calon perawat profesional, yaitu mahasiswa Fikes UM Magelang,” katanya.

Baca Juga :  Persiapkan Kurikulum Pendidikan Tinggi yang Terintegrasi

Dari studium generale ini, diharapkan mahasiswa dapat mengambil banyak ilmu yang bisa terintegrasikan dengan baik dalam pemberian daily nursing care nantinya. (Siedoo) 

Apa Tanggapan Anda ?
Ucapan Pemkot