Dekan Fakultas Pertanian Unwahas, Lutfi Aris Sasongko, M.Si. dan Prof. Chen Junchen dari Fujian Academy of Agricultural Science, Tiongkok, usai penandatanganan MoU kerjasama. Berlangsung di Hotel Grasia Semarang, Kamis (27/12/2018). (foto: unwahas.ac.id)

Inovasi

Unwahas Jalin Kerjasama Pertanian dengan Kampus Tiongkok


SEMARANG – Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), Semarang, Jawa Tengah menjalin kerjasama dengan kampus Fujian Academy of Agricultural Science (FAAS), Tiongkok. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

Penandatanganan dilakukan oleh Dekan Fakultas Pertanian Unwahas, Lutfi Aris Sasongko, M.Si. dan Prof. Chen Junchen dari Fujian Academy of Agricultural Science, Tiongkok. Berlangsung di Hotel Grasia Semarang, acara disaksikan Rektor Unwahas, Prof. Dr. H. Mahmutarom HR, SH, MH.

Selain kerjasama, Prof. Chen juga menjadi pembicara dengan tema Technology Sustainable Agricultural Development. Acara ini dirangkai dengan Agricultural Internasional Conference (Agricon).

Tampil sebagai pembicara, Kasi Penyuluhan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Dani Harun, SP., M.Si., dan Prof. Ir. Agus Hermawan, M.Si.,Ph.D., Peneliti Utama BPTP Jawa Tengah.

“Prof. Chen Junchen ini ahli jamur, kami hadirkan ke Semarang untuk membahas rekayasa pertanian soal jamur,” terang Lutfi Aris Sasongko.

Lutfi Aris mengatakan, kegiatan kerjasama tersebut sebagai tindak lanjut dari Seminar Internasional yang diselenggarakan di Fujian, Tiongkok belum lama ini.

Menurut Prof. Mahmutarom, jamur mudah sekali berkembang di daerah tropis, seperti Indonesia ini. Ia merasa yakin, kerjasama dalam pengolahan dan penelitian jamur oleh Unwahas akan berjalan sukses.

Senada dengan yang dipaparkan oleh Prof. Chen Junchen, bahwa dia berhasil merekayasa jamur sedemikian rupa. Sehingga bisa diolah menjadi biskuit, roti, dan aneka macam makanan lainnya. Bahkan Prof. Chen juga membawa contoh biskuit yang tidak berbeda dengan biskuit di pasaran Indonesia.

Prof. Chen juga menjelaskan, di dunia ini jenis jamur bermacam-macam. Ada yang bisa dikonsumsi ada yang tidak boleh dikonsumsi, atau membahayakan.

“Salah satu jenis yang sudah biasa dikunsumsi seperti jamur kuping dan jamur tiram,” papar Prof. Chen, dikutip dari unwahas.ac.id. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?
SD Mutual Kota Magelang