Sejumlah petani mengajari siswa Taman Kanak-kanak menanam padi di sebuah desa wisata. Kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan proses pengolahan sawah dan penanaman padi pada anak-anak sejak dini. (foto: antarafoto.com)

Opini

Mengenalkan Petani Kepada Anak Sejak Dini

DPRD Kota Magelang

Siedoo, Miris rasanya bila generasi Indonesia mendatang tidak mengenal petani. Atau bahkan sebagai negara agraris tetapi tidak memiliki petani. Sehingga menjadi hal yang penting dan perlu dilakukan adalah mengenalkan profesi petani kepada anak-anak, sejak dini.

Pertanian merupakan salah satu tulang punggung perekonomian bangsa kita. Saat ini profesi bidang pertanian mampu memberi jaminan kehidupan tidak sedikit. Terlebih ke depan dengan bonus demografi besar, mau tidak mau ketahanan pangan dan agrikultur menjadi isu sentral yang sulit ditepis.

Dikutip dari laman resmi forum Sahabat Keluarga Kemendikbud, ada berbagai cara mengenalkan profesi petani kepada anak-anak, seperti:

  1. Melalui permainan

Dunia anak adalah dunia bermain, kita dapat mengenalkan profesi petani ini dengan bermain. Misal mengajak anak bermain peran menjadi petani. Dengan memanfaatkan mainan ajaklah anak bermain mengolah tanah, menanam padi atau jagung.

Bila ada hama disemprot dengan mainan semprotan airnya untuk memberantas hama. Setelah itu sediakan jagung bakarnya, dan nikmati hasil panennya.

  1. Lewat bernyanyi

Selain suka bermain, anak-anak juga suka bernyanyi. Masih ingat lagu yang diajarkan saat masih kecil, ‘Menanam Jagung’? Nah, sambil bernyanyi kita dapat mengenalkan profesi petani pada anak-anak.

Harapannya negara agraris kita tidak miskin petani andal. Benar-benar menjadi negara maju dalam bidang pertanian, pangan, perkebunan, dan perikanan. Bukan negara agraris pengimpor pangan.

  1. Dengan berbelanja

Anak-anak juga sangat senang bila diajak berbelanja, ke pasar atau ke swalayan. Ajaklah mereka belanja bahan pangan seperti membeli beras, cabai, sayuran. Ketika membeli beras atau bahan pangan lain, tanyakan pada ananda: ”Adik, siapa yang menghasilkan beras?” atau “Bagaimana kalau tidak ada beras?”

Nah, dari respons diberikan anak, orangtua dapat mengenalkan profil petani. Anak akan memiliki konsep betapa pentingnya petani dan tidak menganggap sebagai profesi buruk.

  1. Belajar berkebun

Pengalaman langsung sangat berkesan dan memberikan memori lebih lama pada anak. Ajaklah anak bertani, bercocok tanam atau berkebun, atau sekadar berlatih menanam dan memelihara tanaman di depan rumah.

Cobalah kenalkan profesi petani dalam arti luas yang tidak harus melulu belepotan tanah, menyemprot hamapun menggunakan pesawat, memanen padi pun menggunakan peralatan canggih. Ceritakan hal keren tentang petani, sehingga anak-anak mempunyai gambaran baik tentang profesi petani.

  1. Wisata agraris

Sekarang ini banyak sekali lokasi wisata yang memfasilitasi anak belajar mengenal profesi petani. Kita dapat mengajak anak berwisata ke agrowisata, misalnya wisata memetik buah, memerah susu, menanam hidroponik, menanam padi, atau wisata lainnya.

Dengan mengunjungi tempat tersebut, rasa ingin tahu anak yang tinggi akan menuntun mereka menanyakan hal-hal yang mereka amati selama berwisata. Anak akan merasa senang berwisata sambil belajar.

 

Dengan mengenalkan profesi petani kepada anak-anak sejak dini, niscaya profesi petani tetap diminati oleh anak-anak di negara agraris ini. Sehingga Indonesia tetap menjadi negara agraris yang memiliki petani. Petani modern yang mengolah bumi pertiwi. (*)

Apa Tanggapan Anda ?
Dirgahayu RI Kota Magelang