Daerah Kegiatan

Untuk Ketahanan Pangan, Perlu Manfaatkan Pekarangan Varietas Lokal

MALANG – Laboratorium Pemuliaan Tanaman Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) Malang menggelar seminar daring  melalui Zoom Meeting, Senin (10/8/2020). Kali ini menghadirkan Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Kementerian Pertanian RI, Ir. Yasid Taufik, M.M. (prasetya.ub.ac.id, 10/8/2020)

Dalam paparannya, Yazid menjelaskan, pemanfaatan pekarangan pangan era kebiasaan baru sangat menunjang bagi ketahanan pangan di Indonesia. Dalam penjelasannya, ada beberapa program pemerintah dalam peningkatan keseterdiaan pangan di era kebiasaan baru. Yaitu melalui peningkatan produksi, diversifikasi pangan lokal, penguatan cadangan dan sistem logistik pangan serta pengembangan pertanian modern.

“Saat ini pertanian lebih banyak mengandalkan lahan sawah , padahal kita mempunyai potensi sekitar 27 juta hektar lahan pekarangan yang belum digarap. Oleh sebab itu melalui program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) diharapkan mampu meningkatakan optimalisasi lahan pekarangan yang belum tergarap oleh masyarakat,” kata Yasid.

Yasid menambahkan, perlu adanya sinergi bersama antara pemerintah sebagai fasilitasi bantuan dengan swasta untuk benih serta peneliti, akademisi dan masyarakat. Tahun ini saja sudah ada 3961 kelompok yang dibentuk dalam program P2L ini yang terdiri dari karang taruna, taruna tani, santri tani, kelompok wanita tani dan lembaga lainnya,” ujar Yasid.

Selanjutnya Guru Besar Pemuliaan Tanaman FP UB, Prof. Dr. Kuswanto sebagai pemateri kedua memberikan saran agar tidak melupakan varietas lokal untuk peningkatan ketahanan pangan dalam program P2L ini.

Varietas lokal sangat berperan dalam munculnya varietas unggul yang saat ini banyak digunakan. Ada banyak jenis varietas lokal yang bisa dimanfaatkan untuk ditanam di pekarangan yang tidak kalah jauh dengan varietas unggul.

“Kita punya kewajiban menjaga keanekaragam varietas lokal jangan sampai terjadi erosi varietas lokal. Varietas lokal adalah bagian terbesar yang mendominasi plasma nutfah indonesia, yang merupakan sumber keanekaragaman hayati yang kita miliki,” katanya.

Dikatakan Yazid, banyak kontribusi varietas lokal sebagai komponen teknologi yakni sebagai penyangga keanekaragaman genetik, pencegah erosi genetik, penyangga lingkungan. Serta  penyangga kearifan budaya dan bagian dari ragam budaya.

“Saat ini hibrida mendominasi varietas dan jangan sampai kita akhirnya menyesal kehilangan sumber varietas lokal yang kita miliki. Mungkin tepat di bulan agustus ini kita tumbuhkan nasionalitas kita untuk sekali lagi menjaga varietas lokal yang kita miliki,” kata Prof. Dr. Kuswanto. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?