Para peserta pelatihan sedang praktek mengolah makanan dengan cara digoreng. foto : M Arif Masduqi / Siedoo

Daerah

Berdayakan Ekonomi Masyarakat melalui Pelatihan Wirausaha

SMP Mutual Kota Magelang

TEMANGGUNG – Selama tiga hari, Yayasan Layanan Sosial Pendamping Dhuafa (LSPD) mengadakan Pelatihan Wirausaha Tenaga Kerja Mandiri di Kecamatan Parakan, Temanggung, Jawa Tengah. Pelatihan ini diikuti 20 peserta dari berbagai daerah di Kabupaten Temanggung dan berlangsung mulai dari Rabu – Jumat, 26 – 28 Desember 2018.

“Tujuan pelatihan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat. Sehingga para peserta bisa mengembangkan potensi hasil bumi yang ada di sekitarnya,” kata salah satu panitia pelatihan Yusron Avesina.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggandeng Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Dalam pelaksanaan pelatihan ini, panitia mengundang beberapa pemateri yang sudah lama berkecimpung dalam dunia wirausaha. Mulai dari praktisi pangan, praktisi dan pelaku promosi, serta pemangku kebijakan kewirausahaan dan UMKM.

Beberapa pemateri yang hadir adalah Ir. Suminar Budi Setiawan, MM dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Temanggung, Denden Sofiudin anggota HIPMI Temanggung dan aktivis promosi online, serta Rosilawati, seorang praktisi pangan. Dengan hadirnya mereka, menambah suasana menjadi sangat komplit dalam pelatihan ini.

“Dengan begitu, secara tidak langsung mereka akan mengangkat perekonomian keluarga pada khususnya, dan perekonomian masyarakat sekitar pada umumnya,” jelas Yusron.

Jumlah peserta pelatihan itu terdiri dari 20 orang. Para peserta terlihat sangat antusias dengan pelatihan ini. Karena dapat memberikan pengetahuan baru yang selama ini belum diketahui peserta. Diantaranya seperti pengetahuan tentang cara-cara pemasaran produk melalui media online dan pembuatan produk makanan berbahan dasar singkong.

Menurut Rosilawati, sebagai praktisi pangan mengatakan, bahwa kegiatan ini seharusnya diadakan di setiap desa. Karena dengan kegiatan ini, para penduduk desa bisa mampu mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai jual tinggi.

Biasanya singkong diolah dengan direbus atau digoreng saja. Tapi didalam pelatihan ini, para peserta dapat membuat kue yang berbahan dari singkong tanpa menggunakan gandum sedikitpun. Sehingga dapat meningkatkan penjualan singkong para petani.

Sementara itu, di akhir pelatihan, para peserta diberikan seperangkat alat memasak. Diantaranya mixer, mesin parut kelapa, timbangan digital dan lain-lain.

“Dengan alat ini, kami berharap bisa mengembangkan ilmu yang telah didapatkan,” kata Astuti salah satu peserta. Dengan demikian, mereka dapat langsung praktek membuat produk di rumah sekaligus bisa langsung memasarkan produknya. (Siedoo) 

Apa Tanggapan Anda ?