SMA Mutual Kota Magelang

Singgih Susilo Kartono, innovator ulung dari Desa Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Dia memproduksi radio kayu, sepeda bambu, kursi bamboo, dan kursi rotan. Produknya banyak dijual ke luar negeri. (ilustrasi: septoindarto.blogspot.com)

Inovasi Tokoh

Membanggakan Daerahnya, Inovator Temanggung Ini Ciptakan Produk Lokal Bernilai Global


Siedoo, Singgih Susilo Kartono, innovator ulung dari Desa Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah membuat bangga daerahnya. Pasalnya sejak 11 tahun lalu inovasinya telah mencatat prestasi. Ia pernah mendapat penghargaan sebagai desain terbaik dalam kontes Good Design Award 2008 di Jepang untuk kategori Innovation/Pioneering dan Experimental Design.

Ia membuat inovasi radio terbuat dari bahan kayu yang diberi nama Magno. Bahkan, radio kayu Magno yang didesain dan diproduksi Singgih rupanya telah berhasil meraih penghargaan sangat prestisius Brit Insurance Design of the Year 2009.

Siapa sangka, radio kayu yang mendapat penghargaan itu rupanya merupakan bagian dari tugas akhirnya saat menyelesaikan studinya di Desain Produk ITB tahun 1992.

Menurut Singgih, kayu merupakan material bagus untuk suara, maka ia mencoba menggabungkan kerajinan kayu dengan teknologi elektronik. Ia memilih produk dari bahan kayu, karena kayu merupakan material yang paling akrab dengannya sejak kecil.

“Waktu kecil saya membuat mainan dari kayu. Saya senang menunggui tukang kayu saat bekerja dan itu merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan,” kisahnya dilansir suaramerdeka.com.

Atas hal itu, material kayu memang sangat dikuasainya. Radio kayu Magno yang dibuat dan diproduksinya, tak kalah dengan produk radio buatan negara industri elektronik seperti Jepang. Bahkan radio kayu buatan Singgih, mempunyai beberapa keunggulan. Selain unik, kualitas frekuensi juga bagus dan mempunyai konsep yang dalam dari segi desain pembuatannya.

Ia menilai, ketika teknologi sudah sangat canggih dan kemajuan teknologi makin cepat, tentu akan membuat orang gampang bosan. Jadi setelah memakai produk, kemudian bosan, terus dibuang. Meskipun, kondisi barang sebenarnya masih bagus.

Sebagai contoh, suatu produk telepon seluler (ponsel) yang sudah bagus dan canggih, kemudian produsen mengeluarkan lagi produk yang baru, maka ia akan beralih. Mereka berupaya memutar modal, untuk bisa mendapatkan barang yang diinginkan.

Baca Juga :  LRCI Bantu Meja dan Kursi ke MI Ma'arif 2 Tlogopucang

Hal itu membuat perilaku orang dengan produk semakin jauh.
Material kayu mendekatkan orang dengan produk. Ia menghilangkan skala frekuensi pada produknya.

“Hal ini sebagai upaya mendekatkan produk ke orang lebih nyata, karena ketika orang mencari gelombang ada hubungan yang lebih intensif,” papar Singgih.

Selain radio kayu, Singgih rupanya juga membuat terobosan unik membuat sepeda dengan bahan baku bambu. Ia merancang sepeda bambu karena desanya memiliki potensi besar penghasil bambu. Kecintaannya terhadap desa memang sangat tinggi, ia memutuskan berkiprah dan mengembangkan hasil inovasinya untuk pengembangan desa. Bahkan dari desa, ia telah sampai ke negeri sakura Jepang dan negara-negara lain.

Desa dinilainya mempunyai potensi yang sangat besar jika digarap dengan serius. Salah satu potensi desa yang dimanfaatkan Singgih telah diwujudkan dalam produk radio kayu dan sepeda bambu hasil ciptaannya.

Menggunakan konsep eco product, hasil karya Singgih menjadi mempunyai nilai tambah. Semua materi yang dipakai untuk produk ini didapatkan dari tanaman yang tumbuh di kampung halamannya. Pada tahun 2013 dan tahun 2017 lalu Sepeda Bambu karyanya mendapat Gold Award G-Mark di Jepang.

Sepeda Bambu dibuat oleh semacam yayasan Spedagi yang merupakan simbol gerakan untuk mengajak anak-anak muda tinggal di desa untuk berkreasi lebih baik lagi dengan materi alam yang ada di desa kita masing-masing. (*)

Singgih Susilo Kartono dengan produk inovatifnya. Radio kayu dan sepeda bambu. (foto: ahmadzamroni.blogspot.com)
Apa Tanggapan Anda ?