Anang Imamuddin memegang wayang.

Tokoh

Anang Imamuddin, Mantan Presiden Mahasiswa UPN, Gairahkan Ekonomi Desa melalui Pariwisata


Siedoo, Pemuda dari Dusun Ngetos, Desa Sriwedari, Kacamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini sudah cukup dikenal di masyarakat. Namanya Anang Imamuddin, yang lahir pada 10 November 1980 silam. Mantan Presiden Mahasiswa BEM KM UPN Veteran Yogyakarta pada 2002 ini ikut berkiprah untuk membangkitkan ekonomi di desanya.

Melalui bidang pariwisata, ia gerakkan potensi desa dan menggandeng pemuda – pemudi di desanya. Potensi alam berupa sungai dimanfaatkan betul untuk menarik wisatawan bermain dengan tubing. Dari sini, perekonomian warga mulai tumbuh meningkat dan terangkat.

“Cah Ndeso” ini juga menarik para pelaku seni budaya untuk ikut bergabung mengangkat nama desanya menjadi desa wisata. Para pelaku seni ikut menghibur para wisatawan yang masuk ke desanya. Dari situ lah, gaung Desa Sriwedari semakin hari semakin terdengar di beberapa wilayah.

Tidak semudah membalikkan telapak tangan. Mengembangkan Desa Wisata perlu perjalanan yang cukup panjang. Sinergi antar elemen desa perlu ditonjolkan demi kemajuan desanya.

Selain membangkitkan ekonomi desa melalui pariwisata, Anang juga aktif berorganisasi. Ia tercatat sebagai pendiri serta ketua Remaja Islam Ngetos Sriwedari pada 2000 dan sampai sekarang, organisasi ini masih eksis, memberikan kemanfaatan untuk para pemuda dan tentu masyarakat di desanya.

Saat di kampus dulu, Anang juga aktif di berbagai organisasi mahasiswa dan sempat menjadi Presiden Mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta. Tidak berhenti disitu saja kiprahnya, pernah menjadi pendiri serta pembina Paguyuban Pemulung Pengamen Pengemis dan Anak Jalanan Malioboro HAFARA di tahun 2002 serta aktif pengajian bersama Cak Nun serta Kiai Kanjeng di Yogyakarta.

Di tengah kesibukannya kuliah dan berkegiatan baik di kampung atau di kampus, Anang mampu menyelesaikan kuliah tepat waktu dan menjadi lulusan terbaik dengan mendapat penghargaan Karya Cendekia dari UPN Veteran Yogyakarta 2004 silam.

Baca Juga :  Dosen ITB tak Menjamin Gempa di Indonesia Timur Usai, Berikut Penjelasannya

Setelah lulus dari UPN Veteran Yogyakarta, ia berproses di beberapa lembaga survei serta konsultan politik mulai dari Lembaga Survei Indonesia, Lingkaran Survei Indonesia, Indo Barometer dan Losta Institute. Pengalaman sebagai peneliti dan konsultan politik ini memberikan kesempatan untuk keliling Indonesia dari Sabang sampai Merauke mendampingi calon – calon bupati, calon walikota, calon gubernur, calon DPR RI, calon Presiden yang akan berkontestasi dalam pilkada, pileg atau pilpres.

Di tengah kesibukannya saat ini, ia sangat ingin mempersatukan semua komponen umat islam dari berbagai latar belakang. Hal itu adalah cita – cita kuat dan menjadi mimpi besar dari Anang agar umat Islam tetap berdaulat, bermartabat dan bermanfaat di negeri Indonesia ini.

Berbicara soal ekonomi, ia sudah menciptakan lapangan pekerjaan dengan berwirausaha yang sekarang dilakukan. Hal ini dilakukan agar para pemuda dan komponen masyarakat bisa bekerja, mendapatkan nafkah serta rejeki untuk keluarganya.

Tidak hanya pada impian di bidang sosial dan politik, Anang juga memiliki motivasi dengan semangat bela umat dan bela rakyat. Bahkan, ia juga aktif di gerakan sosial kemasyarakatn yaitu menjadi Presidium dari Front Aliansi Umat Islam Bersatu (FA UIB) Jateng-DIY. Organisasi Tanpa Bentuk ini, menjadi sarana untuk koordinasi serta konsolidasi ormas-ormas serta laskar-laskar Islam Se Jateng-DIY.

“Mari kita perkuat silaturahmi kita atau ukhuwah kita, baik ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah maupun ukhuwah basariyah untuk NKRI yang lebih baik,” jelas Anang. (*)

Apa Tanggapan Anda ?
Ucapan Pemkot