Dahlan Iskan. foto: dwojp.blogspot.co.id

Tokoh

Empat Saran Dahlan Iskan Pasca Lulus Kuliah


Siedoo,  ANDA baru saja lulus kuliah, atau Anda akan segera diwisuda. Mahasiswa kalau habis diwisuda biasanya berancang-ancang untuk bekerja di intansi pemerintahan ataupun perusahaan swasta.

Ini ada saran dari mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Apa sarannya?

Pertama

Dahlan menyarankan agar perusahaan pertama yang dipijakkan bisa memberikan warna sikap, jiwa, dan perilaku Anda.

Ini tidak lain agar Anda terbentuk secara matang.

“Karena Anda akan terpengaruh tempat perusahaan atau instansi itu, membentuk jiwa Anda yang sangat mendalam,” katanya sebagaimana ditulis Jawapos.

Kedua

Selepas kuliah, bekerja terlebih dahulu selama 1-2 tahun di perusahaan yang memiliki sistem bagus.

Setelah itu, baru menentukan langkah berikutnya apakah akan mandiri atau tetap berkarier dengan memilih tempat yang lebih besar.

Bagi Dahlan, melangkahkan karier awal di perusahaan yang memiliki sistem bagus, maka ia pun akan mendapatkan pengaruh yang baik pula.

“Karena di situ merasa Anda masih hijau, merasa orang lain di perusahaan itu lebih berpengalaman, lebih pintar. Sehingga Anda akan cepat terpengaruh di perusahaan tempat di mana Anda bekerja pertama kali,” tuturnya.

Ketiga

Jangan sampai di awal karier hanya karena merasa bahwa perusahaan yang dipilih memberikan gaji besar atau lebih baik. Kenaikan pangkat yang cepat hanya dengan mengambil hati bos-nya, namun mempunyai sistem yang buruk.

Perusahaan seperti itu, menurutnya tidak akan membentuk apa-apa pada diri seseorang.

“Perusahaan ini sistemnya bagus. Maka ambillah,” ucapnya.

Keempat

Yang perlu diperhatikan lagi, bekerja di suatu perusahaan adalah orang yang ada di dalamnya.

Seseorang yang akan masuk bekerja harus mengetahui bos dari pemilik usaha itu bisa menjadi mentor atau panutan yang baik.

“Biarpun Anda tidak akan pernah ketemu dia (bos), karena jarak yang terlalu tinggi. Beda dengan Anda yang sembarangan masuk ternyata bos di situ otoriter. Yang mengajarkan yang penting pokoknya untung, yang mengajarkan bahwa menggoreng saham itu baik, yang mengabaikan nilai etika, itu juga akan mewarnai,” ucapnya.

Apa Tanggapan Anda ?