Daerah

Tari Nusantara Sambut Hari Tari Sedunia

SEMARANG - Sebanyak 60 jenis tari ditampilkan untuk memperingati Hari Tari Sedunia (HTD) di Kampung Budaya kampus Sekaran, Universitas Negeri Semarang (Unnes), Jawa Tengah. Terdapat 432 penari menyuguhkan tari tradisi dan kreasi dari berbagai daerah di Indonesia, mewakili 34 provinsi yang ada.

Acara yang digelar setiap tahun itu mengusung tema “Persembahan Tari Nusantara sebagai Wujud Persatuan Bangsa dalam Memperkuat dan Merekat NKRI”. Sedikitnya melibatkan 600 seniman serta didukung 129 pemusik dan 46 official. Keragaman tari tradisi menjadi bentuk keberagaman kebudayaan Nusantara. Karena itu, tari menjadi bagian dari ekspresi seni yang merepresentasikan berbagai macam keadaan di tengah masyarakat.

Acara dibuka langsung Prof Agus Nuryatin, M.Hum, Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Unnes. Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof Rustono MHum, Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Prof Sukestiyarno PhD, Wakil Ketua DPRD Aceh Tamiang, dan Kepala Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid) Paulus Pangka.

“Tari menjadi salah satu sarana kita merawat kebhinekaan,” kata Ketua Panitia HTD 2018 Udi Utomo.

Seperti diketahui, pada 29 April diperingati sebagai hari tari Internasional atau International Dance Day. Hari Tari Dunia sendiri mulai dicananangkan di tahun 1982 oleh lembaga tari Counseil International de la Dense – International CID. Tujuannya untuk mengajak seluruh warga dunia berpartisipasi untuk menampilkan tarian-tarian Negara mereka yang jumlahnya beragam.

Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Prof Agus Nuryatin, M.Hum, menyatakan, acara ini diselenggarakan untuk mengajak berbagai lapisan masyarakat. Khususnya generasi muda berpartisipasi menampilkan tarian-tarian daerah yang sangat beragam untuk kelestarian tarian Nusantara.

"Saya berharap untuk tahun depan dapat lebih baik lagi dari tahun ini. Dan lebih banyak peserta yang bisa tampil untuk mengisi acara," jelasnya.

Dari 60 peserta yang tampil, ada yang berasal dari sekolah, mulai dari TK sampai SMA dan berasal dari berbagai sanggar tari. Selain itu, khusus acara pembukaan dari pihak panitia menampilkan tarian saji dan tarian dari Aceh yang ditampilkan langsung oleh peserta yang berasal dari Aceh.

Pada kesempatan itu, peserta dari Kabupaten Blora juga menarikan Tari Cemeti. Tari cemeti merupakan salah satu tarian yang berasal dari Jawa Timur. Tarian ini mempunyai suatu hal dan juga makna yang berbeda antara satu gerakan dengan gerakan lainnya. Tarian tersebut sering digunakan dalam beberapa acara seperti pernikahan, acara adat, dan acara keagamaan serta acara ritual.

Apa Tanggapan Anda ?