Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir berkunjung kerja ke Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Daerah

Peneliti – Ilmuan Didorong Lakukan Riset dan Inovasi

SMK Muhammadiyah 2 Muntilan

MANGGARAI – Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur akan menjadi daerah proyek awal penanaman padi sidenuk dan inseminasi buatan (IB) sexing untuk peternakan sapi di kawasan Nusa Tenggara Timur. Padi sidenuk adalah padi mugibat hasil riset BATAN yang mampu menghasilkan 9-10 ton/ha dengan teknologi IPAT BO (Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik).

“Sedangkan untuk mempersiapkan sumber daya manusia, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) mendorong berdirinya perguruan tinggi dengan bidang studi kepariwisataan di Manggarai Barat,” kata Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, dikutip dari Siaran Pers Kemenristekdikti.

Indonesia merupakan negara kaya akan potensi kekayaan sumber daya alam yang tersebar di 34 provinsi. Masing-masing daerah memiliki karakteristik dan keunikan tersendiri akan potensi kekayaan alamnya. Dibutuhkan sinergi lintas sektor, baik pusat maupun daerah dalam mengelola kekayaan sumber daya alam yang ada. Hal itu guna mewujudkan kemandirian ekonomi daerah.

Dalam upaya mendukung kemampuan daerah untuk menggali potensi kekayaan alamnya, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir berkunjung kerja ke Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Pada kesempatan ini, Menristekdikti didampingi Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula, Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Jumain Appe dan Direktur Perusahaan Pemula Berbasis Inovasi Retno Sumekar. Mereka meninjau lokasi peternakan sapi dan pembibitan padi di Desa Nanga’nae.

M Nasir mengatakan, masyarakat Manggarai Barat patut bersyukur memiliki anugerah kekayaan dan keindahan alam. Tanahnya subur untuk pertanian dan peternakan.

“Lautnya dipenuhi ikan, pulau-pulaunya indah menawan hati dan tidak dimiliki daerah lain. Jika semua sektor ini dikelola dengan sentuhan teknologi dan inovasi, saya optimis Kabupaten Manggarai Barat akan bergerak lebih maju lagi,” kata dia.

Menristekdikti pun mendorong agar daerah bergerak seirama dengan perkembangan teknologi dalam mengelola kekayaan alamnya. Inovasi akan memberikan nilai tambah (added value) terhadap terhadap produk yang dihasilkan masyarakat, muaranya adalah kemandirian ekonomi masyarakat.

“Dan ini sesuai dengan Nawacita Presiden Joko Widodo,” jelasnya.

Kemenristekdikti senantiasa mendorong para peneliti dan ilmuan untuk melakukan riset dan inovasi di bidang-bidang yang erat kaitannya dengan perekonomian masyarakat. Saat ini, Kemenristekdikti telah mampu menghasilkan teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan masyakat Manggarai Barat.

“Ada padi sidenuk untuk sektor pertanian, sperma sexing untuk peternakan, kapal pelat datar untuk bidang perikanan dan teknologi energi dari arus bawah laut,” urainya.

Ia juga mengatakan, sebagai daerah destinasi wisata dunia, masyarakat Manggarai Barat harus mempersiapkan diri. Labuan Bajo dan Pulau Komodo dinilai sudah terkenal di seluruh dunia.

“Masyarakat Manggarai Barat harus siap untuk mengelola kawasan wisata, mulai dari akomodasi hingga konsumsi wisatawan. Sehingga tidak menjadi penonton di rumah sendiri,” ujarnya.

Sementara, Bupati Manggarai Barat Agustinus menyambut baik dukungan Kemenristekdikti dalam membangun kesejahteraan dan perekonomian masyarakat Manggarai Barat. Menurut dia, bidang peternakan, khususnya sapi dapat dikembangkan lebih baik lagi dengan dukungan inovasi dan teknologi dari Kemenristekdikti.

“Pertanian kita akan semakin baik hasilnya. Kami sangat bangga atas bantuan Menristekdikti bagi kemajuan Manggarai Barat,” ujar Agustinus.

Apa Tanggapan Anda ?