Siedoo.com -
Tokoh

Dwi Arianto, Runner Up di Kompetisi EFFECT 2018

Siedoo, Dwi Arianto dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil meraih Juara 2 atau Runner Up pada Lomba Desain Proses dan Produk (Design Process and Product Competition). Lomba ini digelar pada Engineering Festival and Competition (EFFECT) 2018 di Politeknik Negeri Sriwijaya, Palembang.

Lomba ini merupakan salah satu rangkaian acara perlombaan dari ajang EFFECT 2018 yang bersifat nasional. Tema yang diangkat dalam kompetisi ini adalah Pengoptimalan Efisiensi Proses dalam Meningkatkan Kualitas Produk Guna Terwujudnya SDG’s 2030.

Semula Dwi Arianto masuk dalam Tim UNY bersama Ardi Jati Nugroho dan M. Garin Alkaustar dari jurusan Pendidikan Teknik Mesin dan Pendidikan Teknik Elektro di bawah bimbingan dosen, Sigit Yatmono, M.T. Namun karena kendala teknis hanya Dwi yang berangkat ke Palembang.

Ajang EFFECT 2018 sebagai sarana pengembangan terhadap suatu proses yang efisien untuk meningkatkan kualitas suatu produk yang telah ada menjadi lebih baik lagi. Lomba Desain Proses dan Produk ini memiliki tiga tahapan yaitu tahap kualifikasi abstrak, tahap kualifikasi full paper, dan tahap persentasi.

Dalam presentasinya, Dwi Arianto mengusung gagasan Smart Cage for Future Eggs yaitu kandang pintar untuk telur masa depan. Dia menjelaskan latar belakang penelitian ini setelah melihat banyaknya penyakit pada ayam petelur yang dipicu oleh cuaca ekstrim akhir-akhir ini.

“Kondisi tersebut mengakibatkan produktivitas ayam petelur menurun drastis. Terutama para peternak di daerah, Bantul, Yogyakarta,” jelasnya.

Alat ciptaan Dwi berupa teknologi pengaturan suhu pada kandang ayam petelur secara otomatis. Agar sesuai dengan suhu spesifik perternakan ayam petelur menggunakan konsep mandiri energi yang berasal dari panas matahari.

Ditulis laman uny.ac.id, prinsip kerja Smart Cage for Future Eggs adalah mengendalikan suhu lingkungan ayam petelur. “Jadi, ketika suhu terlalu tinggi maka alat kami akan menurunkan suhu secara otomatis dan ketika suhu terlalu rendah maka suhu lingkungan akan dinaikkan secara otomatis hingga kondisi ideal untuk ayam petelur,” jelasnya. (*)

Apa Tanggapan Anda ?