Mahasiswa kreatif Undip kembangkan aplikasi scanner nilai mata uang berbasis Android untuk penyandang tuna netra.

Inovasi Nasional

Mahasiswa Undip Temukan Alat Pembaca Uang untuk Tuna Netra


Siedoo, Bagi penyandang tuna netra, ini solusi jitu untuk membaca mata uang. Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah menemukan alat untuk para tuna netra mengetahui nomimal uang. Alat ini dinamakan Mas Jawa T-Netra dengan kepanjangan Money Android Scanner Jawaban Masalah Tuna Netra.

Aplikasi Mas Jawa T – Netra ini mampu mengetahui teks dari sebuah gambar, yang ditangkap oleh kamera ponsel android. Teks yang diekstraksi kemudian akan dikenali oleh mesin pengenal karakter optical character recoginition (ocr). Sedangkan outputnya adalah media player yang memberi tahu pengguna nilai nominal mata uang.

Hasil yang telah didapat dari penelitian ini berupa nilai keberhasilan rata-rata mendeteksi nilai nominal mata uang sebesar 96%. Dengan rata-rata waktu proses dari aplikasi sebesar 4.764 ms atau sekitar 5 detik. Sehingga, aplikasi ini layak digunakan oleh penyandang tuna netra.

Inovasi itu merupakan karya lima mahasiswa Undip yakni Wisnu Indrawan (Fisika 2014/FSM), Fajrul Falah (Fisika 2015/FSM), Nurwarrohman Andre Sasongko (Kimia 2015/FSM), Kawidian Putri Bayu Alam (FKM 2015) Dan Wening Septiyani (FKM 2016). Mereka menciptakan aplikasi scanner nilai mata uang berbasis android dengan metode artificial neural network.

“Pengolahan teks dari gambar merupakan penelitian terkini di bidang visi komputer. Dapat mudah dipahami oleh manusia dan mesin sehingga dapat digunakan dalam berbagai macam aplikasi. Seperti alat bantu deteksi nilai nominal mata uang untuk penyandang tuna netra,” kata Salah satu anggota tim pencipta Mas Jawa T- Netra Wening Septiyani.

Awalnya, aplikasi ini merupakan salah satu produk yang dilombakan dalam Program Kreativitas Mahasiwa (PKM) yang diselenggarakan oleh Dikti. Hingga kini aplikasi ini terus dikembangkan. Mulai dari ragam nilai jenis mata uang yang dapat terbaca, hingga kemampuannya dalam membaca teks buku berbahasa inggris.

Sebelumnya aplikasi ini juga telah memenangkan gold medal dan best design dalam ajang WINTEX 2018 yang diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung, Jawa Barat Maret lalu dengan 2 mahasiswa lainnya yakni Yahya Ayash (Fisika 2014/FSM) dan Monica Yulfarida (Teknik Kimia 2016/FT).

Ia menjelaskan, meski banyak kegiatan penelitian dibidang ini, namun masih terdapat beberapa kendala. Seperti menentukan jenis pola teks seperti jenis teks, warna, ukuran, dan orientasi teks.

“Sehingga, dalam penelitian ini, tim mengembangkan sebuah aplikasi android bernama Mas Jawa T- Netra yang merupakan aplikasi yang mudah digunakan oleh penyandang tuna netra untuk mengidentifikasi nilai nominal mata uang,”jelasnya.

Melalui aplikasi ini, Weningpun berharap dapat memudahkan penyandang tuna netra utamanya untuk membaca nominal mata uang dan membaca buku. Serta mampu mengantarkan tim ini untuk menang di Ajang Japan Design and Innovation Expo (JDIE) 2018 di Tokyo, Jepang yang akan digelar 3-5 Agustus 2018.

Apa Tanggapan Anda ?