Internasional

Kota Besar Dunia Berbenah Atasi Pencemaran Lingkungan

BANDUNG - Berbagai kota besar di dunia banyak berbenah mengatasi dampak pencemaran lingkungan. Kota-kota besar dunia berupaya untuk mengurangi emisi karbon serta dampak urbanisasi besar-besaran.

“Populasi kaum urban akan terus meningkat dalam beberapa dekade mendatang. Peningkatan ini 90% terjadi di negara berkembang,” ujar Direktur Environmental Solutions Initiative Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat, Prof. John E. Fernandez.

Ia menyampaikan itu saat memberikan kuliah umum bertajuk “Human, Cities, and Environment” di hadapan sivitas akademika Universitas Padjadjaran, Bandung, di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Jawa Barat.  Sebagai akademisi, Prof. John banyak berkontribusi dalam pengurangan pemanasan global di beberapa wilayah.

Di MIT sendiri, Prof. John memimpin proyek “MIT Urban Metabolism”. Proyek ini merupakan studi analisis aliran material dan energi yang timbul dari kegiatan perkotaan serta proses bigeokimia regional dan global.

Studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antar produksi energi dan konsumsi energi di kota besar. “Urban Metabolism Group ini melibatkan peneliti multidisiplin yang bertujuan untuk mengurangi konsumsi energi,” kata Prof. John.

Dalam kuliahnya, Prof. John menyampaikan pemanasan global saat ini telah menjadi perhatian sejumlah negara. Perhatian ini salah satunya diwujudkan dengan adanya “Kesepakatan Paris” (Paris Agreement), suatu bentuk komitmen sejumlah pemerintah negara untuk mengurangi ancaman perubahan iklim.

Kuliah umum ini dibuka secara resmi oleh Dekan Sekolah Pascasarjana Unpad Prof. Dr. Hendarmawan. Dalam sambutannya, Prof. Hendarmawan berharap ada pengalaman dan pembelajaran Prof. John yang bisa diambil untuk diterapkan di Indonesia. (Siedoo) 

Apa Tanggapan Anda ?