Internasional

Peringkat Unpad di Mata Dunia

BANDUNG - Perguruan tinggi dari Indonesia ikut mewarnai deretan posisi di peringkat perguruan tinggi di dunia. Dari sisi kelembagaan, Universitas Padjadjaran (Unpad), Jawa Barat meraih peringkat di rentang 651-700 versi QS World University Rangkings 2019.

"Capaian ini menunjukkan pengakuan atas kinerja yang telah dilakukan Unpad," kata Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad.

Adapun indikator penilaian dilihat dari reputasi akademik, reputasi staf, jumlah sitasi per fakultas, kualitas mahasiswa, internasionalisasi fakultas, dan jumlah mahasiswa asing. Secara keseluruhan, penilaian dilakukan terhadap 1.233 perguruan tinggi yang ada di dunia.

Dari jumlah perguruan tinggi yang dinilai, pemeringkatan ditentukan untuk 1.011 perguruan tinggi terbaik. Di Indonesia, Unpad berada di posisi keempat dari 9 perguruan tinggi yang masuk pemeringkatan tersebut.

Menjawab tantangan pemerataan akses perguruan tinggi, Unpad telah mengembangkan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) di dua wilayah di Provinsi Jawa Barat, yaitu Kabupaten Pangandaran dan Garut. Bahkan, PSDKU di Kabupaten Garut telah menghasilkan lulusan yang diharapkan bisa menjawab berbagai tantangan di masyarakat.

Unpad juga berkomitmen mendukung implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Indonesia. Hal ini diwujudkan dengan didirikannya pusat unggulan SDGs Center yang diharapkan dapat memainkan peran secara optimal agar agenda pembangunan berkelanjutan dapat tercapai di Indonesia pada 2030 mendatang.

Pusat unggulan ini banyak melakukan riset terkait SDGs. Salah satu riset yang dilakukan adalah menganalisis kesiapan Provinsi dalam mengimplementasikan SDGs. Hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan bagi pihak terkait, terutama pemerintah, dalam mengambil kebijakan.

Di aspek lainnya, sivitas akademika Unpad banyak menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional maupun internasional baik di aspek akademik maupun nonakademik. Prestasi menonjol di tingkat dosen salah satunya adalah terpilihnya Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad Popy Rufaidah, PhD, sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI pada KBRI di Washington DC. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?