Daerah

Di 3 Kabupaten Ini yang Tembus Passing Grade CPNS Sangat Minim

BELITUNG - Passing grade tes SKD CPNS sulit ditembus. Buktinya, dari ribuan peserta yang menjalani tes hanya sebagian kecil yang lolos. Hal ini bisa mengancam kekosongan formasi, termasuk di dalamnya formasi guru.

Dalam SKD, ada tiga aspek yang diuji. Yakni, Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Passing grade TKP 143, TIU 80, dan TWK 75.

Di Pemerintahan Kabupaten Belitung dari 239 peserta yang mengikuti tes SKD pada Sabtu (3/11/2018) hanya 6 orang mampu menembus passing grade. Mereka yang lulus adalah 5 peserta kategori umum dan 1 peserta merupakan kategori cumlaude.

Perinciannya di sesi pertama ada 3 peserta yang masuk passing grade, 1 di antaranya cumlaude. Lainnya di sesi keempat 2 orang dan di sesi kelima 1 orang.

"Yang sesi kedua dan ketiga tidak ada," kata Kassubag Pengadaan Bidang Pengadaan dan Mutasi BKPSDM Kabupaten Belitung Irawan kepada posbelitung.co.

Pelaksanaan SKD CPNS tersebut sudah dimulai sejak Sabtu 3 November dan akan berakhir 12 November 2018 mendatang. Secara keseluruhan peserta yang mengikuti tes tersebut berjumlah 2.378 orang.

Di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan dari 1.078 peserta, yang lolos hanya 6 orang. Jumlah peserta yang lolos kompetensi dasar masih sangat jauh dari keperluan CPNS di Luwu Utara yang berjumlah 89 formasi.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Luwu Utara, Nursalim Ramli berharap ada kebijakan lain dari Kemenpan. Misalnya, merevisi menurunkan passing grade.

"Atau kalau bisa passing grade ini dihilangkan. Sehingga kelulusan berdasarkan rangking saja,” katanya dilansir dari kompas.com.

Di Sragen, Jawa Tengah dari 2.922 pelamar yang ikut tes, hanya121 orang yang lolos. Kepala Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Pendidikan Daerah (BKPPD) Sragen Sarwaka mengungkapkan, meski 121 orang ini lulus passing grade, namun mereka belum tentu lolos Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

"Karena dalam satu formasi, misalnya analis ada 6 orang yang lolos. Kita ambil 3 yang tertinggi, sehingga 3 sisanya tidak lolos,” tandas Sarwaka dilansir dari joglosemarnews.com.

Ia menilai dengan hasil ini, 505 formasi yang dibuka untuk memenuhi kebutuhan tenaga hanya terisi 25 persen saja. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?