Nasional

Kuasai Teknologi, Dialah Menguasai Dunia

SURABAYA - Era digitalisasi ini, turut menuntut kreativitas pengguna dalam memecahkan tantangan. Kompetisi Pagelaran Mahasiswa Nasional bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Gemastik) ke-11 tahun 2018, melalui tema Inovasi TIK untuk Kedaulatan Bangsa, para peserta akan bertarung dalam babak final 11 cabang perlombaan.

"Kompetisi ini adalah kesempatan bagi saudara (para peserta, red) untuk berkarya tanpa menunggu tua," ujar Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD.

Joni berpesan, Gemastik bukanlah sekedar kompetisi tapi juga merupakan sinergi untuk membangun bangsa. Selain itu, seseorang harus berkolaborasi untuk mencapai keberhasilan. Melalui sinergi dan kolaborasi, bukan hal mustahil tentang ramalan bahwa Indonesia akan menduduki posisi keempat dengan potensi ekonomi terkuat di dunia.

"Menjadi juara memang penting, namun turut bermanfaat dalam pembangunan bangsa adalah suatu kebanggaan," jelas pria berdarah Sunda tersebut.

Pagelaran Mahasiswa Nasional bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi ke-11 tahun 2018 ini, menunjuk ITS Surabaya sebagai tuan rumah. Memasuki babak final, gelaran tahunan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) ini secara resmi dibuka Direktur Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) Dr Didin Wahidin MPd di Graha Sepuluh Nopember ITS.

Pada tahun ke-11 ini, terdapat 2.470 tim dari 132 perguruan tinggi yang mengikuti babak seleksi. Dari jumlah tersebut sebanyak 110 tim dari 32 perguruan tinggi di Indonesia lolos menuju babak final.

Pengumuman pemenang dari masing-masing cabang perlombaan akan disampaikan pada malam penutupan Gemastik ke-11 di Gedung Pusat Robotika ITS, Sabtu (3/11/2018) hari ini.

Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) Dr Didin Wahidin MPd menjelaskan, Gemastik tahun ini istimewa karena adanya penambahan satu cabang perlombaan, yakni Karya Tulis Ilmiah TIK (KTI-TIK). Sebelumnya, untuk perhelatan Gemastik ini hanya melombakan sebanyak 10 cabang perlombaan.

Dengan adanya penambahan satu cabang lomba, berarti untuk tahun ini ada 11 cabang perlombaan. Menurut Didin, ditambahkan cabang lomba KTI-TIK ini dikarenakan kebanyakan lulusan perguruan tinggi Indonesia masih lemah dalam hal komunikasi lisan maupun tulisan.

“Lomba (KTI-TIK red) ini sebagai sarana untuk mengatasinya. Sekaligus langkah menyiapkan mahasiswa menjadi pemimpin di masa depan," urainya.

Kesebelas cabang perlombaan yang diusung adalah Animasi, Desain Pengalaman Pengguna (UX Design), Keamanan Jaringan dan Sistem Informasi, Pemrograman, Penambangan Data (Data Mining), Pengembangan Aplikasi Permainan (Game Development), Pengembangan Bisnis TIK (ICT Business Development), Pengembangan Perangkat Lunak (Software Development), Piranti Cerdas Sistem Benam dan IoT, Kota Cerdas (Smart City) dan Karya Tulis Ilmiah TIK.

Mantan rektor Universitas Islam Nusantara itu berharap akan banyak kreativitas yang dibawa oleh peserta. Dengan banyaknya kreativitas tersebut, akan banyak pula inovasi yang dibuat guna memajukan kecakapan teknologi Indonesia.

Indeks inovasi Indonesia saat ini berada di urutan 85 dari 127 negara. Maka dari itu inovasi di bidang teknologi harus terus ditingkatkan.

"Saat ini kalian harus ingat, siapa yang menguasai teknologi, dialah yang menguasai dunia," tegasnya. (Siedoo) 

Apa Tanggapan Anda ?