Rektor ITS Prof Joni Hermana memberikan klarifikasi dalam konferensi pers.

Nasional

Disebut Alumninya Terlibat Teror, Rektor ITS Langsung Klarifikasi


SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur memiliki seratus ribu lebih alumni yang tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri. Mereka yang aktif dalam kegiatan alumni hanya sekitar seribu orang. Sedangkan kedua terduga pelaku teror di Surabaya, disebut – sebut sebagai alumni ITS, merupakan alumni yang tidak aktif di ITS.

“Selama ini kegiatan yang terkait alumni, kita bekerja sama dengan IKA (Ikatan Alumni, red) ITS,” kata Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD.

Kemudian IKA lah yang menentukan siapa alumni yang akan menjadi pembicara jika diundang dalam acara ITS. Adapun kedua terduga pelaku ini tidak pernah menjadi pembicara.

Rektor menyampaikan itu, menanggapi berita yang beredar terkait dugaan keterlibatan atas tindakan terorisme di Surabaya yang melibatkan alumninya. Ia pun menggelar konferensi pers untuk mengklarifikasi berita tersebut di Gedung Rektorat ITS, Selasa (15/5/2018) sore.

Pertama terduga pelaku dengan inisial AF, memang pernah tercatat sebagai mahasiswa D-III Teknik Elektro ITS pada 1991. Namun, ia tercatat hanya menjalani kuliah satu tahun dan selanjutnya tidak aktif kembali. Atas dasar tersebut bisa dikatakan dia bukanlah alumnus ITS.

“Kami tidak mengetahui status yang bersangkutan selanjutnya,” ungkapnya di hadapan awak media.

Kemudian terduga pelaku kedua dengan inisial BS pernah tercatat sebagai mahasiswa Teknik Kimia program studi S1 tahun 1988 dan lulus pada 1996. Pada masa studinya, ia tidak memperlihatkan tanda-tanda mencurigakan dan normal seperti mahasiswa lainnya.

Bahkan, ia juga aktif dalam kegiatan berwirausaha. Sebagai alumnus yang lulus 22 tahun yang lalu, seluruh aktivitas yang bersangkutan tentunya di luar sepengetahuan ITS.

“Dan semua merupakan tanggungjawab pribadi masing-masing di depan hukum,” jelas Prof Joni.

Baca Juga :  3 Rekomendasi dari Akademisi, untuk Sungai Rejoso

Sehingga, pada kesimpulannya atas tindakan kedua terduga pelaku teror tersebut, Joni menegaskan bahwa ITS tidak memiliki kaitan dengan apa yang mereka lakukan setelah lulus atau tidak terlibat lagi dengan ITS.

Apa Tanggapan Anda ?