Daerah

Keadaan Buruk dan Kritis, Pramuka Harus Mampu Bertahan

MAGELANG - Selain sikap taqwa yang merupakan landasan moral seorang, menjadi pemimpin juga harus bisa memberikan contoh serta menggugah semangat ditengah-tengah anggotanya. Serta, sanggup dan berani memberikan koreksi.

"Selain sifat-sifat diatas, diharapkan seorang pemimpin juga bisa bertingkah laku sederhana dan tidak berlebih-lebihan. Mempunyai loyal timbal balik, yakni loyal keatas, kebawah maupun kesamping," kata Bati Wanwil Koramil 14 / Muntilan Kodim 0705 / MGL, Pelda Supriyanto saat memberikan materi leadership (Kepemimpinan) dan survival kepada para peserta Kemah Bakti Saka Wira Kartika tahun 2018, yang digelar di Bumi Perkemahan Wana Pertiwi Dusun Kemiriombo, Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Pelda Supriyanto menyampaikan, dengan materi kepemimpinan dan survival ini diharapkan agar para peserta kemah bakti ini mempunyai jiwa kepemimpinan. Dan yang tidak kalah pentingnya, pemimpin itu harus bertanggung jawab atas tindakannya.

"Pada waktunya, ikhlas menyerahkan tanggung jawab dan kedudukan kepada generasi berikutnya," jelasnya.

Disampaikan bahwa, sebagai seorang Pramuka juga harus mempunyai bekal survival. Sehingga, mampu mempertahankan diri dari situasi dan keadaan apapun juga.

"Seorang pramuka harus mampu mempertahankan diri dari keadaan yang buruk dan kritis," katanya.

Dalam kondisi seperti ini tantangan seorang survivor yang sangat dominan adalah sikap mental atau psikologis untuk mencari kebutuhan tubuh. Karena untuk memperolehnya dibutuhkan gagasan-gagasan dengan dasar pertimbangan dari pengalaman atau pendidikan yang pernah diikutinya.

"Pengalaman hidup dengan resiko tinggi dan aktivitas menantang, terbukti dapat membuat orang belajar untuk berbuat yang lebih baik dan melakukan adaptasi efektif," urainya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?