Ilustrasi

Nasional

Berikut Pesan Kakwarnas Gerakan Pramuka untuk Pendidik


JAKARTA – Pendidikan kepramukaan yang mendasarkan pada Satya dan Darma Pramuka harus benar-benar tertanam dalam hati setiap insan Pramuka sebagai pedoman bersikap dan berperilaku. Gerakan Pramuka sebagai wadah pendidikan karakter kaum muda dan calon pemimpin masa depan bangsa Indonesia, tentu harus lebih berperan dalam mendidik generasi milineal dewasa ini.

Demikian ditandaskan Ketua Kwartir Nasional (Kakwarnas) Gerakan Pramuka Ketua, Dr. Adhyaksa Dault, SH, M.Si.

Gerakan Pramuka telah mencapai usia 57 tahun, jelas merupakan waktu yang tidak pendek untuk membuktikan bahwa, gerakan ini telah memberikan kontribusi yang nyata dalam mencetak calon pemimpin bangsa Indonesia.

“Sampai saat ini semangat itu tidak pernah pudar, dan tidak boleh pudar. Kami selalu bekerja keras untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa Indonesia. Untuk itu, saya menghimbau kepada publik secara luas khususnya para orangtua dan guru, agar tidak ragu-ragu untuk memberikan kesempatan sekaligus dukungan kepada putra-putrinya untuk mengikuti kegiatan kepramukaan di gugus depan masing-masing,” bebernya.

Pihaknya berharap kepada seluruh jajaran Pramuka, utamanya anggota dewasa baik sebagai majelis pembimbing, andalan, pelatih, pembina, pamong saka maupun instruktur agar merapatkan barisan. Itu untuk bekerjasama secara sinergis guna mempercepat mewujudkan kaum muda Indonesia yang berkepribadian luhur, berkarakter, berwatak, handal dalam berfikir dan bertindak, memiliki jiwa bela negara dan terampil dalam berbagai kecakapan sebagai bekal hidup kelak.

“Pembangunan karakter bangsa menjadi fokus bangsa kita kini dan ke depan. Pembangunan sumberdaya manusia harus sejalan dengan pembangunan fisik, karena kunci keberhasilan pembangunan bangsa terletak pada sumberdaya manusia yang berkualitas. Ketika Indonesia memperingati 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2045, dan saat ini diantara anggota aktif Pramuka yang tersebar di berbagai pelosok tanah air akan menjadi pemimpin negeri ini di masa depan,” jelas mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini.

Bangsa ini, hendaknya dapat membangun manusia yang memiliki karakter, serta membangun bangsa yang memiliki watak yang kuat. Dalam artian, bukan hanya membangun manusia atau kaum muda cerdas yang menguasai ilmu pengetahuan. Tetapi juga kaum muda yang tangguh kepribadiannya, luhur budi pekertinya, menjunjung kesatuan dan persatuan Indonesia.

“Pramuka yang keren, gembira, asyik dan menyenangkan perlu terus dikembangkan sehingga kaum muda bangga menjadi Pramuka. Tentu tidak mudah dan ini semua menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama sebagai orang tua, guru dan pembina serta instruktur yang didukung oleh majelis pembimbing Gerakan Pramuka,” tegasnya.

Sejarah Singkat Lahirnya Gerakan Pramuka

Gerakan Kepanduan sebagai cikal bakal Gerakan Pramuka telah ada di Bumi Pertiwi sejak tahun 1912. Eksistensi gerakan ini di Indonesia telah dimulai sejak 106 tahun lalu. Namun yang penting dipahami bahwa filosofi dan nilai – nilai kepramukaan digali dari bangsa dan kebudayaan Indonesia. Ini bersamaan waktunya dengan berkembangnya gerakan kepanduan dunia dirintis Sir Baden Powell di Inggris.

Setelah para Pandu Indonesia merintis Sumpah Pemuda tahun 1928 kemudian mendorong Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945.

Berkembangnya organisasi kepanduan yang sangat militan menjadi perhatian Bung Karno. Mengamati militansi dan potensi kepanduan perlu dipupuk menjadi perekat bangsa.

Dengan semangat persatuan dan kesatuan, Bung Karno kemudian menyatukan 60 organisasi kepanduan tersebut menjadi Gerakan Pramuka dengan menerbitkan Keputusan Presiden No. 238 tahun 1961.

Presiden Soekarno menyerahkan Panji Gerakan Pramuka kepada Kak Sri Sultan Hamengkubuwono IX pada tanggal 14 Agustus 1961. Sri Sultan berpesan bahwa Gerakan Pramuka berfungsi untuk membina dan memantapkan karakter kaum muda Indonesia.

Bung Karno menunjuk Kak Sultan menjadi Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka pertama yang kemudian dikukuhkan menjadi Bapak Pramuka Indonesia pada tahun 1988 dalam Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka di Dili-Timor Timur (sekarang negara Timor Leste). Dan pada tanggal kelahirannya 12 April telah ditetapkan menjadi Hari Bapak Pramuka Indonesia. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?