Nasional

Kemendikbud Fokus Hilangkan Trauma Anak Korban Bencana

SULTENG - Putra-putri bangsa di Sulawesi Tengah (Sulteng) yang terdampak gempa dan tsunami harus tetap belajar, meski dalam kondisi berduka. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memfasilitasinya, dan kini pembelajaran sudah dimulai, meski dengan keterbatasan fasilitas.

Di beberapa lokasi masih menggunakan tenda kelas darurat. Fokus kegiatan belajar mengajar masih dalam kegiatan psikososial atau trauma healing.

Mendikbud Muhadjir Effendy menyatakan, untuk saat ini belum memungkinkan proses belajar mengajar secara normal dimulai. Kegiatan itu baru bisa dimulai di ruang kelas atau gedung semi permanen.

"Sekarang ini yang penting menghilangkan trauma, dan supaya mereka akrab dengan lingkungan sekolah dan teman-temannya. Karena itu pembangunan tenda dilakukan dekat dengan sekolah,” kata Mendikbud dilansir dari kemdikbud.go.id.

Dalam penanganan masalah pendidikan di Sulteng, Kemendikbud dibantu UNICEF. Country Representative UNICEF Indonesia, Debora Comini mengatakan, pemulihan akses anak-anak ke layanan pendidikan merupakan bagian penting dari pemulihan mereka dan seluruh komunitas mereka setelah keadaan darurat.

UNICEF bekerja sama dengan Kemendikbud berdampingan memulihkan kondisi pendidikan di daerah terdampak bencana.

“Sekali lagi, ini adalah tindakan yang sangat penting, karena pendidikan adalah alat utama untuk pemulihan," tandasnya.

Dengan membangun kembali rutinitas harian dan membantu mengembalikan rasa normal, sekolah menjadi suatu bentuk ruang terapi di tengah-tengah kehancuran.

Kemendikbud dan UNICEF serta para mitra berencana mendirikan 450 tenda yang memenuhi standar mutu UNICEF sebagai ruang kelas sementara di tempat-tempat terdampak gempa dan tsunami di Sulteng.

Tenda UNICEF yang masing-masing memiliki dua ruang kelas, baru saja tiba di Kalimantan dan akan langsung dikirimkan ke wilayah terdampak bencana di Sulteng dalam beberapa hari ke depan.

UNICEF telah mengumumkan kedatangan bantuan pendidikan tahap pertama seberat 30 ton bantuan untuk situasi darurat. Termasuk 65 tenda untuk ruang kelas sementara, dari lokasi suplai di Dubai.

Selain memberikan 450 unit tenda sekolah darurat, UNICEF juga memberikan bantuan pendidikan berupa 30 paket peralatan sekolah dan permainan, 50 unit perlengkapan pendidikan anak usia dini, dan 363 paket sekolah.

Kemendikbud mengapresiasi UNICEF atas bantuan yang diberikan tersebut. Tenda dari UNICEF akan difungsikan sebagai kelas atau sekolah darurat sambil menunggu rehab sekolah dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?