Nasional

Pesan Penting Presiden ke Perguruan Tinggi, Jangan Coba-coba Hal Ini

MEDAN - Lagi – lagi Presiden RI Joko Widodo memberikan warning kepada perguruan tinggi. Saat memberikan orasi ilmiah di Universitas Sumatera Utara (USU), orang nomor satu di Indonesia tersebut meminta agar perguruan tinggi tidak membuka fakultas baru.

Kini, menurutnya, yang dibutuhkan adalah program studi kekinian, disesuaikan dengan zaman.

“Tidak usah buka fakultas baru lagi karena akan menambah pimpinan-pimpinan baru," ujar Jokowi dilansir dari jpnn.com.

Menurut mantan Walikota Solo itu, guna menghadapi era industri 4.0, perguruan tinggi harus membuka prodi yang sesuai tuntutan zaman.

Hal Ini agar lulusan yang dihasilkan bisa langsung action di lapangan dan tidak menjadi pengangguran terdidik. Sebagaimana ditulis detik.com, Jokowi pernah mengatakan perubahan dunia sangat cepat.

Dicontohkan, orang rasa-rasanya baru belajar internet belum lama, tapi kemudian sudah muncul mobile internet.

Mobile internet baru sebentar, disusul kemunculan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Soal pembayaran, Paypal belum masuk Indonesia namun perkembangan sudah kian cepat saja. Kini beli makanan, contohnya sate atau gado-gado, tidak perlu datang ke toko, cukup beli lewat aplikasi jasa ojek daring.

Belum lagi media sosial yang mengalirkan informasi dengan cepat.

"Ini akan mengubah lanskap politik global. lanskap politik global berubah, lanskap politik nasional juga berubah, lanskap politik daerah juga berubah. lanskap ekonomi juga berubah," kata Jokowi.

"Universitas harus mengantisipasi perubahan-perubahan itu. Dunia berkembang sangat cepat, inovasi bukan hanya membawa perubahan yang fundamental. Sekarang kita sedang berada pada tahap transisi. Bukan hanya di kota besar, tapi juga di pelosok desa," kata Jokowi.

Permintaan Jokowi ini sejalan dengan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir.

Ia mendorong perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) untuk mengembangkan kurikulum berbasis teknologi.

Perkembangan era digital yang begitu pesat membuat pimpinan PTN/PTS harus cepat menyesuaikan diri. Kurikulum dikembangkan ke arah industri 4.0.

"Salah satu kebijakan yang kami dorong adalah pelaksanaan pendidikan jarak jauh (PJJ). Di USU kami juga dorong e-learning," ucap Nasir dilansir dari jpnn.com

Rektor USU Prof DR Runtung Sitepu mengatakan pihaknya siap melaksanakan PJJ walaupun baru blanded learning, 50 persen online, 50 persen tatap muka.

Selain itu di USU juga mulai dibuka prodi-prodi kekinian seperti e-commerce, cyber crime, pusat unggulan Iptek energi terbarukan, studi tentang kanker, dan lain-lain. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?