Daerah

Dikbud Maluku Gelar Lomba Pameran Siswa SLB

AMBON - GUBERNUR Maluku, Said Assagaff, menyatakan anak-anak berkebutuhan khusus yang ada pada Sekolah Luar Biasa (SLB) harus dibuat berinovasi, pada acara  pembukaan lomba festival inovasi kewirausahaan yang dilaksanakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku.

Sambutan tertulis Gubernur Maluku ini disampaikan Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Halim Daties. Sesuai dengan tema “berkaryalah demi kemandirian untuk menapak hari esok yang penuh harapan”, membuat Pemerintah dan masyarakat mesti berusaha agar siswa berkebutuhan khusus (SBK) mampu berinovasi melalui keterampilan yang diberikan Tuhan. (disdikbud.provmaluku.id)

Ditegaskan pula, anak-anak berkebutuhan khusus tidak boleh disembunyikan oleh orangtua. Sebab mereka sangat diperhatikan oleh Negara seperti halnya anak normal.

“Dengan lomba ini bagi anak-anak yang saya sayangi berjuanglah terus tunjukkan kemampuan agar bisa berlaga ditingkat Nasional. Ingat jerih payah kalian diperhitungkan Yang Kuasa,” tuturnya.

Halim minta para guru bisa mengembangkan potensi anak didik supaya menjadi manusia yang kreatif. Berusaha agar empat aspek kompetensi yaitu ilmu pengetahuan, sikap dan moral, keterampilan dan keimanan, telah dimiliki para siswa agar mereka siap berkompetensi.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kabid Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PK-LK) Dikbud Provinsi Maluku, Jahja S. Baljanan, mengatakan kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah bagi para SBK ini untuk menumbuhkan kepercayaan diri sesuai keterampilan yang dimiliki. Dari kegiatan ini diharapkan kreativitas SBK mendapat tempat di hati masyarakat.

Peserta yang ikut dalam kegiatan pameran ini sebanyak 13 SLB yang berasal dari tujuh kabupaten/kota. Pameran berlangsung selama tiga hari, di halaman kantor Dikbud Maluku. Tim penilai adalah dewan juri yang berasal dari Diperindag Provinsi Maluku, Pariwisata Provinsi Maluku dan SMK Negeri 5 Ambon.

Seluruh peserta akan dinilai dengan objektif oleh dewan juri dan juara satu  mewakili Maluku pada tingkat Nasional yang berlangsung di Semarang Jawa Tengah pada 5-10 Oktober ini. Meskipun pameran ini untuk kali pertama dilakukan Dikbud Provinsi Maluku di bawah kepemimpinan Drs. M. Saleh Thio, namun hasil karya siswa berkebutuhan khusus sangat unik dan terampil sehingga produk mereka layak dipasarkan. (Siedoo) 

Apa Tanggapan Anda ?