Salah satu mahasiswa asing sedang belajar membatik di IKIP Budi Utomo Malang. (Foto:antaranews)

Daerah

IKIP Budi Utomo Malang Ajari Mahasiswa Asing Membatik

Ads SMK IT Maarif

MALANG - SETIAP tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional. Itu sejak UNESCO pada 2 Oktober 2009 menetapkan batik sebagai warisan dunia. UNESCO telah menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and the Intangible Heritage of Humanity).

Batik semakin diminati dunia, sehingga makin banyak orang belajar membatik, terutama warga asing. Masyarakat Indonesia pun bangga mengenalkan batik ke manca negara, termasuk mengajari warga asing dalam seni membatik. Seperti yang dilakukan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Budi Utomo atau IBU Malang, Jawa Timur mengajarkan cara membatik bagi mahasiswa asing di kampus itu, dengan mendatangkan pakar batik Kota Malang.

Rektor IBU Malang Dr. Nurcholis Sunuyeko di Malang, Jawa Timur, mengatakan belajar membatik bagi mahasiswa asing ini diselenggarakan satu kali setiap pekan. Yakni, pada hari Selasa, mulai pagi hingga siang hari.

“Mahasiswa asing dari berbagai negara ini sangat antusias mengikuti kegiatan membatik. Kami mendatangkan guru (ahli membatik) Kota Malang,” katanya, Selasa (2/10/2018).

Kegiatan belajar membatik tersebut dilakukan selama satu semester, namun jika mahasiswa bersangkutan sudah bisa menyelesaikan tugasnya sebelum satu semester sudah tuntas, tidak masalah. Artinya, mereka belajar membatik sampai tuntas dan menghasilkan sebuah karya batik.

Nurcholis memaparkan, seperti di antaranews, selain belajar membatik, mahasiswa asing yang menempuh pendidikan tinggi di IBU, baik mahasiswa reguler maupun program Darmasiswa Kemendikbud, juga belajar budaya bangsa Indonesia lainnya, seperti tari dan lainnya. Sebelum mereka mengikuti perkuliahan, mereka juga dikenalkan tentang daerah wisata yang ada di sekitar wilayah Malang raya serta lokasi-lokasi ikonik di daerah itu.

Mahasiswa asing yang kuliah di IKIP Budi Utomo Malang hingga saat ini mencapai 80 orang dan khusus untuk tahun ini 17 orang mahasiswa dari berbagai negara. Di antaranya Itali, Sudan, Afganistan, Australia, Jerman, Jepang, Korea, dan Amerika Serikat.

Tahun lalu, IKIP Budi Utomo bersama Pemkot Malang juga  mengenalkan Batik Tulis Celaket untuk memeriahkan Hari Batik Nasional. Berlangsung di depan Balai Kota Malang, ratusan mahasiswa, termasuk mahasiswa asing dan beberapa organisasi turut menyemarakkan Hari Batik Nasional dengan menggunakan pakaian batik.

Batik sebagai alat pemersatu bangsa dan simbol bangsa sudah seharusnya dilestarikan, batik itu milik Indonesia, sebagai warisan leluhur yang harus dilestarikan. Batik sudah dikenal oleh masyarakat luas terlebih dikancah internasional, menjadi kekayaan bangsa yang wajib untuk dilestarikan menjadi tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan dari leluhur.

Batik sendiri syarat akan kentalnya budaya dari berbagai suku dan daerah yang ada di Indonesia. Melalui kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi nilai tambah batik di mata masyarakat lokal maupun asing.

“Harapannya, melalui kegiatan membatik bagi mahasiswa asing ini, mereka bisa mengenalkan budaya Indonesia di negara masing-masing ketika mereka sudah kembali, salah satunya adalah batik. Batik juga dapat dijadikan sebagai media untuk menunjukkan identitas Indonesia di kancah Internasional,” tandasnya. (Siedoo/NSK)

Apa Tanggapan Anda ?
Ads Samanata