Pendataan pohon di hutan rakyat oleh mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta. (Foto:Net)

Inovasi

Mahasiswa Atma Jaya Mendata Aset Petani di Hutan Rakyat


YOGYAKARTA – TIM Pengabdian Masyarakat Program Studi Sistem Informasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta melakukan kegiatan uji coba pendataan pohon dan pemasangan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) pada pohon di kawasan hutan rakyat Desa Sendangsari, Pajangan, Bantul, Yogyakarta. Teknologi itu dipakai karena dapat mengidentifikasi kayu secara detil mulai dari asal hingga usia dari kayu tersebut.

Ketua Program Studi Sistem Informasi, Flourensia Sapty Rahayu mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berbentuk kegiatan pengabdian pada masyarakat. Tahun ini kegiatan pengabdian pada masyarakat dalam bentuk uji coba pendataan aset petani di hutan rakyat daerah Bantul.

”Ada dua kawasan hutan rakyat yang menjadi lokasi uji coba, yaitu hutan rakyat di Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Bantul dan hutan rakyat di Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Bantul. Kami memilih dua lokasi karena kayu-kayu yang ada di kedua desa sudah mendapatkan sertifikat legal lewat sistem Sistem Verifikasi Legalitas Kayu,” kata Flourensia di kampusnya (14/9/2018).

Implementasikan Sistem Lacak Balak

Kegiatan pendataan pohon dan pemasangan RFID dilakukan dalam rangka mempersiapkan petani di kelompok Unit Manajemen Hutan Rakyat (UMHR) untuk mengimplementasikan sistem lacak balak.

Folurensia menjelaskan, lacak balak merupakan sistem yang dapat digunakan untuk melakukan pelacakan sebuah produk kayu benar-benar berasal dari sumber yang legal dan lestari. Ia mencontohkan seseorang membeli kursi kayu, dengan lacak balak dapat ditelusuri asal kayu yang digunakan seperti berasal dari mana, milik petani siapa dan lain sebagainya.

Pendataan pohon di hutan rakyat bertujuan agar ada legalitas saat digunakan. (Foto:Net)

Penggunaan sistem lacak balak membuat industri dapat melihat dengan mudah potensi sebuah desa dan mendapatkan pasokan kayu legal dari desa tersebut. Dampaknya, pendapatan petani akan meningkat karena ada pembeli.

Tim pengabdian dari Program Studi Sistem Informasi UAJY melibatkan 10 orang mahasiswa sebagai tenaga pendata dan juga bekerja sama dengan UMHR Wono Lestari Desa Sendangsari serta LSM Arupa (Aliansi Relawan untuk Penyelamatan Alam).

Siedoo/NSK

Apa Tanggapan Anda ?