Nasional Tokoh

Si Pelukis Batik Antarkan Fafan Juara Nasional Fotografi

MAGELANG - Foto bayangan seorang anak perempuan berjilbab yang sedang membatik, mengantarkan Fafan Afindra meraih juara II lomba fotografi kategori pelajar. Foto dengan judul “Si Pelukis Batik” mampu bersaing dengan ribuan foto dalam ajang yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

“Syukur alhamdullilah dengan raihan ini,” kata Fafan, panggilan akrabnya.

Saat mengikuti lomba dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2018 di bulan Mei itu, Fafan masih duduk di kelas XII SMA Negeri 1 Candimulyo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Pemenang diumumkan pada 6 Juli, sedangkan untuk penyerahan hadiahnya 15 Agustus lalu.

“Penyerahan hadiahnya di Jakarta,” aku warga Candimulyo ini.

Ditandaskan diraihnya juara tersebut tidak lepas keikutsertaan dalam ekstrakurikuler Sinema Tografi di SMA Negeri 1 Candimulyo. Di kegiatan di luar mata pelajaran tersebut hobi dan bakatnya ditempa.

“Banyak pengetahuan yang saya dapat di Sinema Tografi. Baik teori maupun praktiknya,” ungkapnya.

Fafan mulai suka dengan fotografi sudah sejak SMP. Awalnya saat jalan-jalan ia melihat ada sunrise. Lalu pulang ke rumah untuk mengambil handphone yang digunakan untuk memotretnya.

“Hasilnya, saya pasang di wallpaper hanphone milik bapak ibu saya. Banyak yang menyukai foto ini. Jatuh cintalah saya pada dunia fotografi,” terang Fafan yang dilahirkan di Magelang tahun 2000.

Dari situlah kemudian ia berkeinginan kuat untuk memiliki kamera DLSR. Ia pun meminta kepada orang tuanya untuk dibelikan. Fafan pun harus bersabar menunggu alat pengambil objek tersebut.

“Setalah saya minta, baru setahun kemudian dibelikan. Ini sesuatu banget bagi saya,” cetusnya.

Foto yang dilombakan di Kemendikbud 2018. foto: fafan afrindra

Dari situlah Fafan mengikuti berbagai lomba. Tidak sedikit raihan kemenangan yang diraihnya. Di Kemendikbud tahun ini adalah yang kedua kali. Sebab, di tahun sebelumnya ia meraih juara.

Berikut beberapa juara yang diraihnya di ajang lomba fotografi:

Juara 2 lomba foto perusahaan coklat Dove
Juara 1 lomba foto Kemdikbud 2017
Juara 2 Lomba foto Milad UM Magelang
Juara 3 Lomba foto Perusahaan Gatsby Indonesia
Juara 3 Lomba foto Bank Bukopin
Juara 2 Lomba foto Kemendikbud 2018

Baginya foto merupakan seni. Hasilnya tidak bisa disamakan dengan matematika. Bisa saja menurut seseorang satu foto bagus, tetapi bagi orang lainnya tidak.

“Bagusnya relatif. Hasil foto tidak bisa dimatematikakan. Seorang juri pun memiliki kreteria sendiri dalam menilainya. Dan, sebelum mengambil objek foto untuk dilombakan, saya sering mencari tahu apa selera dari juri,” tandasnya.

Kepala SMA Negeri 1 Candimulyo Drs Rochmat Chozin M.Ag mengaku bangga dengan perolehan penghargaan yang diterima salah satu siswanya tersebut. Dikatakan, Sinema Tografi di sekolah yang ia pimpin saat ini tetap mengembangkan bakat dan minat siswanya lewat suatu wadah.

“Kegiatan ektrakurikuler Sinema Tografi seminggu sekali. Tiap hari Jumat siang, setelah solat Jumat,” ucapnya.

Raihan prestasi Fafan tersebut, menurutnya, bisa menjadi inspirasi bagi keluarga besar sekolah, terutama untuk mendorong siswa-siswa lain untuk ikut berkompetisi dalam berbagai lomba.

“Bukan hanya di lomba fotografi, tetapi juga di bidang lain,” katanya.

Ditandaskan, dalam fotografi membutuhkan keterampilan, seperti keterampilan menyetting kamera, memilih objek hingga mengambil gambar.

“Bila ada lomba foto dalam even tertentu bisa diikut sertakan,” tandasnya.

Dikatakan, fotografi bukan sekedar hobi. Tetapi bila dikembangkan secara serius, di zaman era digital ini bisa menjadi sebuah profesi, menjadi fotografer profesional.

“Dengan fotografi bisa memberi nilai, nilai secara ekonomi,” tandasnya.(Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?