Ilustrasi.

Nasional

Anggaran Terbatas, Tapi Target UNBK 100 Persen

SMK Muhammadiyah 2 Muntilan

JAKARTA – Keinginan pemerintah agar memanfaatkan penggunaan teknologi di dunia pendidikan tidak main-main. Di tahun 2018 dalam melaksanakan ujian nasional, semua SMA/SMK sederajat di Indonesia ditargetkan sudah harus menggunakan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

“Tahun depan 100 persen UNBK SMA/SMK,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kemendikbud Totok Suprayitno sebagaimana ditulis Jpnn.

Di tahun 2017, capaian UNBK SMK sederajat baru menyentuh 80 persen. Sedangkan untuk SMP sederajat baru 40 persen.

“Kalau SMP belum bisa pasang target tinggi-tinggi, cukup 80 persen (tahun 2018),” tambahnya.

Tetapi sayangnya, Kemendikbud tidak bisa memberikan fasilitas tersebut secara keseluruhan. Hal ini karena anggaran di kementerian tersebut terbatas.

Agar UNBK bisa berjalan tanpa hambatan, pihaknya semakin mengintesifkan koordinasi dengan daerah. Kepala daerah diminta untuk menyiapkan infrastrukturnya.

“UNBK akan sukses bila kepala daerah punya berbagai inovasi,” tandasnya.

Sementara itu, meski sudah menerapkan UNBK di tahun 2017 tetap saja ada kendala. Ini seperti yang terjadi di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kendala yang dihadapi yakni tidak bisa mengunduh soal. Dampaknya siswa harus mengikuti ujian susulan.

Di SMK Negeri 1 Saptosari ada 53 siswa kejuruan audio video yang terdiri dari tiga ruang hanya bisa mengunduh sekitar 20 soal. Dari total 40 soal dalam ujian itu.

“Materi soal yang terdapat di dalam komputer tidak muncul secara keseluruhan,” kata Kepala SMK Negeri 1 Saptosari Siti Fadilah sebagaimana ditulis Antara.

Menurut dia, persoalan bukan karena jaringan internet namun kemungkinan berasal dari pusat. Ini karena soal tidak bisa mengunduh semuanya, hanya sebagian saja.

“Bukan pada jaringan kami, namun kemungkinan dari pusat,” ucapnya.

Apa Tanggapan Anda ?