Praktikum siswa SMK. foto: kompas.com

Nasional

Tanggapan Kemendikbud soal Penilaian Kinerja

SMK Muhammadiyah 2 Muntilan

JAKARTA – Penilaian Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) terhadap kinerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendapat tanggapan. Penilaian enam poin seperti yang pernah tayang di Siedoo dianggap tendensius oleh kementerian tersebut.

“Kalau kami lihat itu tendesius,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Ari Santoso sebagaimana ditulis Jawa Pos.

Ditandaskan, penilaian dari FSGI dianggap tidak berimbang. Sebab, hanya menilai sisi negatifnya saja, tanpa positifnya.

“Mereka melihat dari kekurangannya saja. Tapi kalau lihat secara utuh bersama itu jadi jauh lebih baik,” tambahnya.

Baca juga : Catatan Kontroversial Kemendikbud

Ia sangat menyesali penilaian FSGI karena pengukurannya terhadap kebijakan Kemendikbud yang ada tidak terukur dengan baik. Pendapat dari FSGI pun terlalu subjektif tanpa melihat kinerja secara menyeluruh.

FSGI memberikan rapor merah karena memang ada beberapa kebijakan Kemendikbud yang terkesan terburu-buru dan tidak melewati persiapan yang matang. Misalnya, PPDB Zonasi, Full Day School, dan tata kelola Tunjangan Prestasi Pendidik (TPP).

Misalnya soal zonasi sekolah, memang mengutamakan kedekatan wilayah antara sekolah dengan tempat tinggal.

“Kita berharap hal ini dapat memperkuat peran keluarga sebagai pendidik pertama dan utama. Serta, masyarakat sekitar dalam pengawasan, juga pembinaan generasi muda,” ujarnya.

Menurutnya, melalui sistem zonasi sekolah yang diterapkan sejak tahun 2017, selain bermanfaat untuk melakukan perbaikan yang sifatnya fisik pada fasilitas pendidikan, juga menyasar perbaikan sistem pengawasan dan peran serta masyarakat dalam pendidikan nasional.

Melalui penerapan zonasi, diharapkan bukan hanya sekolah saja yang menjadi penanggungjawab pendidikan. Tetapi peran keluarga, serta peran serta komunitas masyarakat atau lingkungan dalam mendidik generasi muda bisa lebih optimal.

“Kemendikbud terbuka untuk menerima masukan dari berbagai pihak. Kita juga aktif melakukan koordinasi dan klarifikasi terkait penerapan zonasi ataupun penerapan penguatan pendidikan karakter di berbagai wilayah. Hasil evaluasi akan digunakan untuk perbaikan sistem secara bertahap dan berkelanjutan,” kata Ari.

Apa Tanggapan Anda ?