Daerah

Memprihatinkan, Jelang UNBK Ruang Kelas Madrasah Ini Ambruk

BANDUNG - Dua ruang kelas di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Hatta ambruk saat hujan lebat terjadi di Kampung Sukawening, Desa Ciharashas, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat. Tak ada korban dalam kejadian itu, tapi persiapan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di sekolah itu jadi terganggu.

Menurut Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat Rudi Wibiksana, dua ruang kelas yang ambruk itu terjadi pada Jumat malam (19/4/2019). Dipicu curah hujan yang tinggi, tembok penahan tanah (TPT) yang sekaligus menjadi dinding ruang kelas ambruk karena tekanan tanah pada tebing.

“TPT yang ambruk itu berdampak pada ambruknya dua ruang kelas MTs Nurul Hatta. Kondisinya rusak berat, meja belajar rusak, berkas atau dokumen akreditasi sekolah juga sebagian rusak. Selain itu, jadwal UNBK juga bisa terganggu,” kata Rudi, dilansir jabar.sindonews.com.

Setelah menerima laporan dari warga, dia menyatakan, BPBD bersama dengan aparat TNI/Polri langsung mendatangi sekolah tersebut pada Sabtu (20/4/2019). Bersama-sama  pihak sekolah, mereka menyelamatkan barang-barang dan dokumen sekolah.

Ketua Yayasan Al Huda yang menaungi MTs Nurul Hatta, Deden Badruzaman mengatakan, tembok dua ruang kelas itu berbatasan langsung dengan tebing setinggi sekitar lima meter. Selain dua ruang kelas yang rusak berat, dua ruang kelas yang lain juga terancam roboh karena sudah ada retakan pada temboknya.

“Di MTs Nurul Hatta ada delapan rombongan belajar (rombel), pakai delapan ruang kelas. Yang aman ada empat ruang, yang rusak berat ada dua ruang, kemudian yang sudah ada tanda-tanda kerusakan ada dua ruang, karena posisinya sama-sama ada di gawir (mepet tebing),” kata Deden dilansir pikiran-rakyat.com.

Menurut Deden, ruang kelas yang ambruk itu tidak sampai membuat UNBK di MTs Nurul Hatta jadi tertunda, karena tidak ada komputer yang ikut rusak. Meski begitu, ruang kelas yang roboh cukup mengganggu persiapan UNBK, dan dikhawatirkan dapat mengganggu psikologis siswa yang akan ujian.

“Ujian Senin 22 April 2019 besok (hari ini-red) tetap akan dilaksanakan untuk kelas 9. Ada tiga sesi, menggunakan 10 komputer. Semuanya ada 61 siswa, yang akan menggunakan satu ruang kelas. Beruntung, besok yang masuk kelas 9 saja. Kelas 7 dan 8 libur,” katanya.

Deden menyatakan, pihaknya akan segera mengajukan proposal bantuan ke Pemerintan Provinsi Jawa Barat, sehingga diharapkan ruang kelas yang rusak dapat direhabilitasi.

“Kalau mau segera dibangun dengan swadaya masyarakat juga susah, karena warga di sini rata-rata bekerja sebagai buruh tani,” jelasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?