Daerah

Kartun Ramadhan Warnai Kegiatan Buka Bersama di Borobudur

MAGELANG - Warga di sekitar Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah memiliki cara yang berbeda untuk meramaikan bulan suci Ramadhan. Sembari menunggu adzan berkumandang, anak - anak diajak untuk menggambar kartun secara bersama - sama. Melalui kartun, ada pesan khusus yang ingin disampaikan kepada anak saat bulan Ramadhan ini.

Acara menggambar "Kartun Ramadhan“ disampaikan oleh Kartunis Borobudur Magelang, Priyo PR (Yoyok Kartun) di selasar ruas jalan serambi Masjid Attaqwa, Dusun Jligudan, Kecamatan Borobudur. Acara tambah meriah dengan kehadiran sekitar 150 anak dari Pondok Brayat Al Falah Unit 2 MWC NU Borobudur. Diantaranya terdiri dari anak - anak yatim piatu, fakir miskin dan dhuafa dari sekitar.

Kehadiran mereka untuk menyemarakkan nuansa bulan Ramadhan dengan banyak kegiatan. Tidak seperti tahun - tahun sebelumnya, yang rutin mengikuti pengajian, tadarus Alquran atau mendengarkan ceramah dari para kyai. Tapi, kali ini ditambah dengan suasana yang berbeda yaitu Kartun Ramadhan.

Yoyok Kartun menyampaikan, acara ini sebagai bentuk varian kegiatan untuk mengisi aktifitas di bulan puasa. Tujuannya agar anak anak tetap bergembira, tetap semangat menjalankan ibadah puasa dengan kegiatan yang mengasyikkan.

"Begitu asyiknya hingga tiga sesi acara, tak terasa suara adzan terdengar. Lalu mereka bergegas, berbenah dan antre secara tertib menikmati hidangan bakso dan bungkusan takjilan yang telah disediakan panitia,“ jelasnya.

Dengan belajar kartun, setidaknya anak anak bisa menyampaikan visual gambar yang positif, sebagai bentuk pesan moral yang mengajarkan nilai - nilai positif namun terkesan lucu. Tidak mengurangi tujuan fungsi utamanya, adalah melatih daya nalar kreasi yang penuh imaginer yang ingin disampaikan anak. Sehingga, anak - anak bisa memahami simbol - simbol gambar sebagai perwujudan syiar yang Islami dalam bentuk zona emoticon gambar yang kreatif dan menarik dalam sisi orisinalitas karya.

Karena dengan kartun, ada tiga hal elementasi tujuan yg tersampaikan. Seperti gambar kartun bisa menjadi sarana edukasi, rekreasi dan mengkritisi pesan moral secara santun, humanis namun tegas.

"Harapanya kedepan kegiatan semacam ini dapat berlanjut. Selain belajar agama, anak - anak jug bisa belajar menggambar kartun yang juga bisa selaras dengan tema religi dan bernuansa nafas islami," kata Kyai Ikhwan, dari pengurus Pondok Pesantren Brayat.

Gambar - gambar kartun yang diajarkan, bentuknya juga tidak jauh dari tema keagamaan di bulan puasa. Seperti anak anak membaca Alquran, berdzikir dan menabuh bedug Ramadhan.

Salah satu karya kartun tengah diperhatikan tamu undangan.

Diakhir acara, kegiatan itu juga dihadiri Camat Borobudur Nanda Cahyadi dan General Manager PT Taman Wisata Candi Borobudur I Gusti Putu Nugraha. Keduanya ikut serta berbuka puasa dengan suguhan yang sederhana dan ikut duduk berbaur di atas tikar bersama warga.

Apa Tanggapan Anda ?