Nasional

Mahasiswa ITS Dibangunkan Rusunawa Senilai Rp 8,9 M

SURABAYA - Pemerintah menggelontorkan bantuan berupa hibah ke Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur. Tidak tanggung - tanggung, nilainya mencapai Rp 8,9 Miliar. Meski demikian, bantuan ini bukan berbentuk uang, melainkan hibah pembangunan rumah susun sewa (rusunawa) untuk asrama mahasiswa ITS.

Proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI ini ditargetkan akan rampung pada November 2018 mendatang. Acara peletakan batu pertama di komplek asrama mahasiswa ITS ini, ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Rektor ITS, Kasatker SNVT dan seluruh jajaran pimpinan ITS. Ini menandakan bahwa program pembangunan asrama mahasiswa hibah dari Kementerian PUPR ini resmi mulai dikerjakan.

“Bantuan ini seperti oase dalam padang pasir. Alhamdulillah atas berkah-Nya di bulan Ramadhan ini menggerakkan kementerian untuk memberikan program ini kepada ITS,” ujar Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD.

Ia sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan Kementerian PUPR. Selama ia menjabat sebagai Rektor ITS tiga tahun terakhir, baru kali ini ITS menerima bantuan langsung dari pemerintah.

Saat ini, ITS telah memiliki delapan tower asrama mahasiswa dengan kapasitas tampung 1.200 orang. Sedangkan saat ini yang sedang dalam taraf pembangunan ada dua gedung, yaitu asrama mahasiswa dalam program hibah alumni Teknik Sipil dan hibah dari Kementerian PUPR ini. Masing-masing gedung nantinya akan berkapasitas 200 orang.

“Jadi jika keduanya sudah jadi nanti, maka ITS akan memiliki asrama mahasiswa dengan daya tampung total 1.600 orang,” jelas Guru Besar Teknik Lingkungan ITS ini.

Joni juga menjelaskan bahwa ITS akan kooperatif dalam menjalankan proyek ini bersama SNVT. Pihaknya akan mendampingi untuk urusan K3, pengawasan dan urusan adminstrasinya.

"Mudah-mudahan lancar semua. Karena Walikota Surabaya juga lulusan ITS, pasti lancar semoga,” ujarnya dengan sedikit candaan.

Ia juga menjelaskan, ITS tidak akan menuntut macam-macam atas program hibah ini. Pihak ITS hanya meminta proyek ini dikerjakan sesuai spesifikasi bangunan yang telah direncanakan.

“Saya sampaikan terima kasih banyak kepada Kementerian PUPR. Mudah-mudahan ini jadi percontohan bagaimana membuat kualitas bangunan yang baik,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) dari Satker Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Timur Ridwan Dibya Sudartha SE mengatakan, pembangunan rusunawa yang berupa asrama mahasiswa ITS ini merupakan program yang ketiga mereka tangani. Ini setelah proyek di Pemda Kediri dan STIKIP Tulungagung. Bantuan ini diberikan langsung Kementerian PUPR kepada ITS melalui SNVT.

“Dalam proyek ini PT Mitra Utama Jasa akan menjadi kontraktornya dan PT Ciriajasa akan menjadi konsultan teknik dan manajemennya,” terang Ridwan.

Direncanakan dalam pembangunannya nanti, rusun ini mampu dihuni hingga 200 mahasiswa dengan tinggi bangunan terdiri dari empat lantai. Pemerintah juga melengkapi instalasi listrik, air, dan memberikan furnitur kamar juga seperti lemari, meja belajar dan tempat tidur.

Diharapkan ketika bangunan asrama mahasiswa hasil hibah Kementerian PUPR ini telah selesai dikerjakan, mahasiswa bisa langsung menempatinya. Tanpa memikirkan furnitur, listrik dan air.

“Mahasiswa nanti tinggal membawa koper saja dan bisa langsung menempatinya,” katanya.

Proyek yang menelan anggaran Rp 8,9 miliar ini ditargetkan akan rampung pada November 2018 mendatang. Untuk itu, ia meminta kerjasama dari pihak ITS.

"Untuk mengurus dan mempermudah urusan administrasi seperti IMB (izin mendirikan bangunan, red) misalnya,” katanya.

Apa Tanggapan Anda ?