Daerah

Program Prakerin, Kenalkan Siswa ke Dunia Kerja

POHUWATO - Siswa-siswi Kelas XI SMK Negeri 1 Popayato Timur, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, menjalani Praktek Kerja Industri (Prakerin) di berbagai instansi pemerintah dan swasta. Pelaksanaan prakerin yang pertama bagi sekolah ini dilaksanakan kurang lebih selama 3 bulan. Setelah melalui berbagai tahapan, sebanyak 22 siswa ditarik kembali ke sekolah.

Tujuan Praktik Kerja Lapangan (PKL) / Prakerin diantaranya, mengaktualisasikan model penyelenggaraan Pendidikan Sistem Ganda (PSG). Antara SMK dan Institusi Pasangan Dunia Usaha atau Dunia Industri (DU/DI) yang memadukan secara sistematis dan sistemik program pendidikan di sekolah (SMK) dan program latihan penguasaan keahlian di dunia kerja (DU/DI).

Selama pelaksanaan prakerin, siswa siswi yang bertugas di berbagai instansi berkewajiban untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi yang telah disepakati. Mematuhi setiap instruksi ditempat kerja, menjaga nama baik lembaga pendidikan (almamater), dunia usaha dan dunia industri, melakukan observasi dan penelitian yang mempunyai tujuan positif. Serta bertanya kepada pihak yang berkompeten apabila kurang paham/ dimengerti.

“Saya telah bertugas melaksanakan praktek kerja industri selama di Dinas Pendidikan Kabupaten Pohuwato. Selama melaksanakan prakerin di sana saya memperoleh banyak pengalaman mengenai dunia kerja yang sebenarnya,” kata Novi Kasim, salah satu siswi SMK N 1 Popayato Timur yang mengikuti prakerin.

Hal serupa juga dirasakan Liana Honowu, salah satu siswa lain yang juga melaksanakan prakerin. Dengan melaksanakan prakerin ia dapat banyak pelajaran dan pengalaman. Salah satunya mengetahui bahwa bekerja dan mempraktekkan ilmu yang dimiliki dalam dunia kerja itu tidak mudah.

"Jadi, setelah prakerin ini saya termotivasi untuk lebih semangat dalam belajar. Sehingga, kelak saat saya lulus SMK saya sudah benar-benar siap terjun ke dunia kerja,” kata Liana.

Mengingat betapa pentingnya pelaksanaan prakerin ini, sehingga sebuah keharusan prakerin menjadi prioritas bagi setiap penyelenggara pendidikan SMK. Itu untuk mengembangkan dan menciptakan lulusan yang handal dan siap bekerja, sesuai dengan semangat SMK itu sendiri.

Adapaun fungsi diadakannya prakerin diantaranya mengimplementasikan materi yang selama ini dipelajari di sekolah. Membentuk pola pikir yang membangun bagi siswa, melatih siswa untuk berkomunikasi/berinteraksi secara profesional di dunia kerja yang sebenarnya. Membentuk semangat kerja yang baik bagi siswa, menjalin kerjasama yang baik antara sekolah dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

Kepala SMK N 1 Popayato Timur, Muhammad Nasir Hinggimilo, ST mengungkapkan, setelah 3 bulan siswa siswi melaksanakan prakerin, maka pihak ditarik kembali ke sekolah. Praktek kerja industri atau Pendidikan Sistem Ganda (PSG) pada kurikulum 2006 merupakan program pembelajaran yang dilaksanakan secara khusus dengan mengambil alokasi waktu tertentu dan melibatkan pihak lain diluar sistem sekolah. Tempat pelaksanaan prakerin bisa jadi dunia industri atau dunia usaha dalam bentuk perusahaan swasta atau instansi pemerintah.

Prakerin pada kurikulum 2013 ini disusun bersama antara sekolah dan masyarakat (Institusi Pasangan/Industri) dalam rangka memenuhi kebutuhan peserta didik. Sekaligus merupakan wahana berkontribusi bagi dunia kerja (DU/DI) terhadap upaya pengembangan pendidikan di SMK.

Prakerin juga membagi topik-topik pembelajaran dari kompetensi dasar yang dapat dilaksanakan di sekolah (SMK) dan yang dapat dilaksanakan di Institusi Pasangan (DU/DI). Sesuai dengan sumberdaya yang tersedia di masing-masing pihak.

Prakerin memberikan pengalaman kerja langsung (real) kepada peserta didik dalam rangka menanamkan (internalize) iklim kerja positif yang berorientasi pada peduli mutu proses dan hasil kerja. Serta, memberikan bekal etos kerja yang tinggi bagi peserta didik untuk memasuki dunia kerja dalam menghadapi tuntutan pasar kerja global.

Apa Tanggapan Anda ?