Nasional

Mahasiswa Bidikmisi Berupaya Banggakan Orang Tua

SURABAYA - Sebanyak 1.150 orang dinyatakan lolos jalur Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN) di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur. Namun demikian, dari jumlah itu tidak semua mengikuti proses daftar ulang calon mahasiswa baru (camaba). Dari jumlah itu hanya tercatat sebanyak 1.017 orang yang melakukan daftar ulang atau verifikasi data di Graha Sepuluh Nopember ITS.

Dengan begitu, sejumlah 133 peserta yang lolos tidak melakukan proses verifikasi data. Dari keseluruhan jumlah pendaftar ulang tersebut, untuk camaba yang dinyatakan lolos verifikasi untuk menjadi penerima beasiswa Bidikmisi jalur SNMPTN di ITS ini berjumlah 146 orang.

Salah satu camaba Bidikmisi asal Kalimantan Selatan, Kania Aurelia Surbakti merasa senang karena diterima di ITS. Apalagi ia bisa menerima beasiswa program Bidikmisi ini.

“Sebagai gantinya saya akan lebih giat belajar dan berusaha membanggakan orang tua nantinya,” ujar anak sopir angkutan material bangunan tersebut.

Tahapan verifikasi data ini nantinya akan dilanjutkan hingga 15 Mei mendatang. Sedangkan, penerimaan nomor registrasi pokok (NRP) mahasiswa baru akan diumumkan pada 21-25 Mei 2018. Saat ini angka keketatan Bidikmisi ITS meningkat sebesar 30 persen. Hal ini lantaran kuota Bidikmisi yang tadinya 600 orang turun ke angka 400.

“Kita berkaca dari tahun lalu, karena kuota tidak terpenuhi maka kita turunkan,” jelas Eko Priambodo, Kasubbag Pengelolaan Beasiswa ITS.

Dari 146 camaba Bidikmisi yang lolos verifikasi tersebut, 80 orang sudah dipastikan memperoleh dana Bidimikisi. Sedangkan 66 lainnya masih harus melalui tahap visitasi lagi. Tahap ini akan terus berlanjut hingga dilakukan visitasi langsung ke rumah calon mahasiswa tersebut.

“ITS itu yang penting kejujurannya, apalagi ini uang rakyat. Kami harus benar-benar mencari orang yang tepat,” kata Eko.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bagi penerima bidikmisi telah disediakan uang pengganti transportasi untuk mahasiswa dari luar Jawa Timur. Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan dana untuk pengganti biaya hidup selama proses pendaftaran ulang maksimal 15 hari.

“Selain fasilitas dari pemerintah, ITS juga mencanangkan pemberian jas almamater secara gratis bagi penerima beasiswa Bidikmisi,” urainya.

Apa Tanggapan Anda ?