Siedoo.com -
Tokoh

Tiara Gadis 15 tahun 5 bulan, Mahasiswi Termuda ITS

SURABAYA – Ribuan calon mahasiswa melakukan daftar ulang jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur. Dari ribuan pendaftar itu, terdapat calon mahasiswa termuda yang ikut daftar ulang. Ia yaitu Tiaranisa’i Fadhilla, yang berhasil diterima di Departemen Statistika ITS.

Gadis kelahiran Kediri, 1 Desember 2002 itu ditemani ibunya saat daftar ulang. Ia tidak menyangka sebelumnya jika masuk kategori mahasiswa termuda diantara pada pendaftar.

“Ini adalah impian saya, tidak mungkin saya sia-siakan,” ujarnya.

Tiara berharap, kedepannya selama di ITS, ingin agar bisa belajar banyak hal. Bahkan, ia juga berharap nantinya bisa menjadi mahasiswa berprestasi dan mewujudkan cita-citanya sebagai dosen.

Gadis berhijab ini menjelaskan bahwa sejak dulu dirinya memang ingin bisa memasuki bangku perkuliahan di usia yang belia. Baginya, waktu yang ada harus dimanfaatkan dengan baik.

“Sayang kalau hanya malas-malasan,” ujar dia.

Dengan wajah terlihat malu, ia menceritakan perjuangannya hingga dapat memasuki kampus ITS ini. Berawal dari kecintaannya pada pelajaran Matematika dan Statistika saat duduk di bangku SMA, ternyata berhasil membawanya masuk S1 Departemen Statistika ITS.

Namun hal tersebut tidak serta merta dilaluinya tanpa hambatan. Terlebih ketika, Enik Sukamti, sang ibunda Tiara, menginginkan agar dirinya masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN).

“Tetapi saat melihat semangat dan keinginan saya untuk masuk Statistika ITS, akhirnya ibu saya menyetujuinya,” tambah gadis berwajah manis itu.

Ia juga mengisahkan perjalanannya dalam menimba ilmu dan cita-citanya. Ia menjelaskan jika dirinya menjalani program akselerasi semasa duduk di bangku SMPN 4 Kediri dan SMAN 2 Kediri.

“Saya juga tidak menyangka kalau akhirnya bisa menjadi mahasiswa termuda di ITS ini,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dr Kuwat Ciptakan Alat Pendeteksi Keaslian Produk Makanan

Saat Tiara berhasil masuk Statistika ITS melalui jalur SNMPTN, tidak dapat dipungkiri jika sang ibunda akhirnya bisa dengan bangga melihat capaian anaknya tersebut.

Alhamdulillah keinginannya masuk di Statistika ITS akhirnya bisa terwujud juga,” tutur Enik Sukamti.

Perempuan paruh baya itu menceritakan jika anaknya tersebut tidak ada belajar khusus untuk mencapai keinginanya itu. Ia pun tidak terlalu membebani Tiara dengan belajar terus.

“Selebihnya memang dari Tiara sendiri yang giat belajar dan mengikuti berbagai perlombaan bidang statistika saat di SMA,” ujarnya.

Apa Tanggapan Anda ?