Penampilan Dra. Anatri saat mengikuti ajang membaca geguritan 2014 lalu.

Tokoh

Terinspirasi Guru, Anatri Mahir Sastra Jawa

SMK Muhammadiyah 2 Muntilan

Siedoo, SEMASA duduk di bangku Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Negeri Magelang 34 tahun lalu, Dra. Anatri Endras Sumekar sangat mengidolakan guru Bahasa Jawa-nya, Sri Moenah. Hal ini mendorongnya mulai menekuni bahasa Jawa. Ditambah dukungan sang ayah, usai lulus SPG, Anatri melanjutkan kuliah di Progam Studi Pendidikan Bahasa Jawa, Fakultas FPBS, IKIP Negeri Yogyakarta.

Akhirnya sejak tahun 1994, Anatri mulai mengajar di SMP Negeri 2 Graba, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Inspirasi dari gurunya membuat Anatri mengikuti jejak sebagai guru mata pelajaran Bahasa Jawa. Sepuluh tahun kemudian, Anatri mendapat tugas mengajar di SMP Negeri Mungkid, Kabupaten Magelang hingga sekarang.

Guru yang hobi menyanyi ini ternyata juga sangat mahir mencipta karya sastra Jawa. Seperti geguritan, cerita cekak (cerita pendek berbahasa Jawa), tembang Macapat, hingga artikel berbahasa Jawa. Hal ini dibuktikan dengan buah karyanya telah diterbitkan di berbagai media cetak yang terbit di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Bahkan, Anatri telah menyusun Antologi Cerkak Kluruk yang diterbitkan Sun Rise Yogyakarta tahun 2005.

Guru kelahiran Gombong 1967 ini tak hanya pandai di bidang sastra Jawa. Sebagai guru Anatri pun memiliki prestasi yang membanggakan. Seperti keberhasilannya meraih Juara II Lomba Baca Surat R.A Kartini se-Kotamadya Magelang, Juara II Lomba Macapat di kampus, Juara I Pemilihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berprestasi serta Pendidik Luar Biasa Berdedikasi Tingkat Kabupaten Magelang Tahun 2012.

Kemudian berhasil menjadi Juara I Pidato Berbahasa Jawa Tingkat Kabupaten Magelang (2013), Juara I Penulisan Skenario Film Sastra Jawa Tingkat Kabupaten Magelang (2014) dan Juara I Membaca Geguritan Tingkat Kabupaten Magelang Tahun 2014, serta Juara II Menulis Geguritan Tingkat Kabupaten Magelang Tahun 2017 lalu.

Kemampuan menulis yang dimilikinya ditularkan kepada para siswa saat kegiatan pembelajaran. Sehingga, terbitlah buku Antologi Tembang Dhandhanggula. Sedangkan Antologi Cerkak karya anak didiknya di SMP N I Mungkid, kini baru dalam proses cetak.

Diakuinya tak pernah pelit berbagi ilmu kepada sesama, terlebih kepada para siswa. Bahkan Anatri merasa bangga apabila ada yang turut serta melestarikan budaya Jawa. Juga, sangat hormat dan merasa senang apabila makin banyak yang mempraktikkan unggah-ungguh (sikap santun dan menghargai) dan tatakrama (berbahasa santun) dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya hal itu pertanda kebudayaan Jawa masih hidup dan berkembang.

Anatri mengajak generasi muda untuk melestarikan kebudayaan bangsa dimulai dengan melestarikan budaya daerahnya masing-masing. Anatri mengedepankan hidup penuh kesederhanaan, namun senantiasa berguna bagi orang lain. Mengajak siapa pun untuk selalu menuntut ilmu. Dia memiliki motto:”Sapa temen bakal tinemu” yang artinya siapa tekun akan meraih keberhasilan.

 

*Narwan, S.Pd

Guru SD Negeri Jogomulyo Kecamatan Tempuran,

Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah

Apa Tanggapan Anda ?