Salah satu panitia menyerahkan dana bantuan pendidikan dari Masjid Al-Huda, Seneng I Banyurojo. Magelang

Daerah

Masjid Ini Bayarkan SPP Sekolah Jamaahnya


MAGELANG, Mendapatkan pendidikan yang layak adalah hak semua orang. Tak dapat dipungkiri, bahwa saat ini pendidikan juga cenderung menjadi kebutuhan “primer” manusia di era ini. Akan tetapi, untuk dapat mengenyam pendidikan wajib belajar 9 tahun sesuai dengan program pemerintah, bukanlah hal yang murah.

Banyak sekali bantuan pendidikan yang dan anggaran yang digelontorkan oleh pemerintah. Mulai dari biaya sekolah gratis untuk SD dan SMP, adanya dana BOS untuk meringankan biaya operasional sekolah agar tidak lagi dibebankan kepada siswa.

Kebutuhan untuk sekolah juga termasuk kebutuhan akan seragam, tas, sepatu, dan alat-alat tulis. Biaya untuk transportasi juga merupakan beban yang harus ditanggung oleh siswa dan orang tua. Bagi kalangan menengah kebawah, beban harian ini tidak dapat dipandang sebelah mata.

Untuk itu di Dusun Seneng I Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ada sebuah masjid yang juga mempedulikan biaya pendidikan bagi keluarga para jamaahnya. Pada mulanya, masjid membentuk panitia pendataan dan survey. Untuk dapat ditentukan apakah keluarga tersebut layak untuk mendapatkan bantuan pendidikan atau tidak.

Tak Hanya biaya Uang Gedung

Setelah dilakukan pendataan, panitia kemudian mendata kebutuhan sekolah dari para calon penerima bantuan.

“Ini ada dana bantuan pendidikan dari masjid, kira-kira kebutuhan sekolah untuk anak Anda apa ?,” kata Nur Subekti, salah satu panitia mempraktekkan kembali pertanyaan kepada para penerima bantuan saat diwawancarai Siedoo.

Program ini merupakan program rutin bulanan dari Masjid Al-Huda, Desa Banyurojo, dan telah berlangsung selama lebih dari 1 tahun.

“Total penerima bantuan pada bulan ini ada 6 anak,” lanjut Nur Subekti. “Rata-rata 1 anak bisa mendapatkan antara Rp 200 ribu – 800 ribu,” jelasnya.

Cara penyampaian dana bantuan ini dilakukan survey dan wawancara kepada keluarga penerima bantuan. Misalkan anak tersebut punya tanggunan SPP selama berapa bulan, kemudian ditotal berapa tanggungan yang belum dibayarkan. Tetapi, disini masjid hanya membantu maksimal SPP tiga bulan saja.

Setelah itu panitia akan datang ke sekolah untuk melakukan verifikasi, dan membayarkan seluruh kekurangan biaya SPP anak tersebut.

“Ada yang SPP nya sampai Rp 600 ribu satu bulan,” tukasnya.

Dilain sisi jika anak tersebut masih SD dan SMP yang tidak ada SPP bulanan, maka kebutuhan seperti tas dan sepatu akan dibelikan menggunakan dana bantuan pendidikan dari masjid.

“Ini ada dana bantuan pendidikan dari masjid, bisa buat beli tas, sepatu sesuai kebutuhan anak Anda,” kata Nur Subekti sambil menyerahkan uang Rp 300 ribu. “Nanti nota nya dikembalikan ke panitia ya,” lanjutnya melengkapi pembicaraan.

Sedangkan sumber dana bantuan ini didapatkan dari sumbangan para jamaah masjid di pengajian Ahad pagi.

“Jadi pada saat pengajian Ahad pagi, ada 2 buah kotak. Yang satu infaq tanpa amplop, yang kedua ada amplopnya,” jelasnya.

Pada awalnya kas dengan amplop ini ditujukan untuk pembangunan masjid. Akan tetapi karena pembangunan masjid sudah selesai, maka jamaah sepakat untuk dialihkan ke dana bantuan pendidikan bagi keluarga jamaah yang membutuhkan.

Apa Tanggapan Anda ?