ITS merilis Pusat Unggulan Iptek Keselamatan Kapal Instalasi Laut melalui acara Kick Off di gedung Nasdec ITS. Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD menghadiri langsung acara tersebut.

Nasional

Angka Kecelakaan Kapal Tinggi, ITS Bentuk PUI


SURABAYA – Dalam rentang waktu tiga tahun ini, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur mampu merilis tiga Pusat Unggulan Iptek (PUI). Pada tahun 2016, ITS telah merilis PUI Sistem Kontrol Otomotif (SKO) yang sebelumnya bernama Pusat Riset Mobil Listrik Nasional (Molina). Pada tahun 2017, ITS kembali merilis PUI Mechanics Industrial Automation (MIA), dan pada tahun 2018 ini ITS secara resmi merilis satu PUI lagi.

Yaitu PUI untuk Keselamatan Kapal dan Instalasi Laut atau yang disingkat Kekal. Apabila dilihat dari jumlah PUI yang dimiliki, ITS nomor tiga terbanyak di Indonesia. Nomor satu yakni IPB dengan enam PUI, kemudian ITB dengan lima PUI.

“PUI Kekal ini adalah sebuah tantangan bagi ITS, karena setiap orang di dalamnya dituntut untuk berinovasi dan berkembang. Selain itu, PUI juga cikal bakal sebuah entrepreneur university,” kata Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD.

Menurut dia, dengan PUI ini, ITS dapat menciptakan sebuah produk-produk terbaru. Sehingga, bisa dijual ke publik dan disebarluaskan. Guru besar Teknik Lingkungan ini juga menginginkan agar para dosen di ITS dapat bekerja sama dengan para doktoral yang ada agar bisa membuat inovasi terbaru.

“Agar kedepannya bisa lebih cepat terbentuk PUI-PUI yang lainnya. Sehingga ITS bisa lebih cepat maju dan berkembang lebih baik lagi,” jelasnya.

Koordinator PUI Kekal Prof Dr Ketut Buda Artana ST MSc mengatakan, latar belakang pembentukan PUI kali ini dikarenakan tingginya jumlah kecelakaan kapal di Indonesia. Adanya peraturan internasional tentang keselamatan kapal dan untuk meningkatkan penguatan kelembagaan keselamatan. Tujuan pembentukan PUI, menurut pria yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor IV ITS ini, untuk menyiapkan upaya komersialisasi hasil riset dan inovasi melalui kegiatan hilirisasi riset inovasi.

“Termasuk kegiatan promosi dan kegiatan pendukung lainnya,” ujarnya.

Dosen yang kerap disapa Ketut ini juga berharap, dengan adanya PUI ini maka banyak laboratorium dan ruang lingkup yang bisa bekerja sama. Salah satu produk yang sudah dihasilkan kampus ITS saat ini adalah AISITS (Automatic Identification System ITS, red) yang bergerak di bidang perkapalan.

Sementara itu, sebagai Centre of Excellence di bidang maritim, ITS Surabaya terus berupaya meningkatkan riset teknologi kemaritiman sebagai dukungan pengembangan Science and Technology Park (STP). PUI merupakan salah satunya buktinya. Hal ini penting untuk dibentuk di dalam institusi pendidikan.

“Dengan PUI, produk inovasi akan lebih cepat dikembangkan,” imbuh Direktur Inovasi, Kerja Sama dan Kealumnian ITS, Dr Eng Kriyo Sambodho ST M Eng.

Pria yang biasa disapa Dodhot ini menyampaikan, PUI sendiri terbagi menjadi dua bidang, yakni PUI yang berbasis produk dan berbasis paten. Saat ini ITS bergerak di PUI berbasis produk karena ITS adalah perguruan tinggi. Dan, PUI ini juga berguna menciptakan sebuah produk unggulan inovasi terbaru.

Dosen Teknik Sistem Perkapalan (Siskal) ini juga menyampaikan bahwa, dalam rentang waktu tiga tahun ini, ITS mampu merilis tiga PUI. PUI sendiri adalah badan yang mengatur tentang riset penelitian agar menciptakan inovasi-inovasi dan produk-produk yang berkembang.

“Dengan PUI ini sebuah instansi dapat mempunyai sebuah badan penelitian untuk menghasilkan produk-produk yang lebih bagus,” jelas doktor lulusan Jepang ini.

Apa Tanggapan Anda ?