Mengerjakan UNBK tahun sebelumnya. foto: antaranews

Nasional

Hadapi Ujian, Harus Persiapkan Tiga Hal


JAKARTA – Ujian Nasional atau yang kini lebih trend disebut Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), bagi sebagian pelajar adalah momok. Sebenarnya, mereka tidak perlu takut berlebihan atau sampai stres dalam memikirkannya. Ujian bukanlah penentu kelususan yang hakiki.

Karenanya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meminta semua siswa tidak takut menghadapi UN.

“UN bukan lagi penentu kelulusan. Jadi, rileks saja,” kata Muhadjir sebagaimana ditulis JPNN.

Meski begitu, tetaplah belajar giat. Memahami materi yang telah diberikan guru di sekolah.

“Belajarnya jangan dihafal tapi dipahami agar bisa kuasai materi,” imbuhnya.

Ada tiga hal yang harus dikuasai siswa untuk menghadapi UN. Yaitu:
1. Kecepatan
2. Ketepatan
3. Penguasaan

Dalam UN 2018, siswa akan mendapatkan 40-50 soal dengan waktu 120 menit. Sepuluh persennya berisikan isian singkat.

“Mengerjakan soal itu harus cepat, tepat, dan kuasai materi,” cetusnya.

Dia sangat berharap, agar siswa dalam mengerjakan ujian mengedepankan kejujuran. Karena, dalam ujian kemampuannya akan diuji. Apakah berhasil atau tidak dalam mengerjakannya.

“Harus jujur. Jangan nyontek,” ujar Muhadjir.

Muhadjir mengklaim ujian nasional berbasis komputer (UNBK) adalah gagasan baru. Ujian nasional terus dilakukan penyempurnaan-penyempurnaan.

“Salah satunya pelibatan guru dalam menyusun soal,” tambah Muhadjir.

UNBK Dimulai April

Pelaksanaan UN akan dimulai 2 April 2018. Minggu pertama ujian untuk SMK, minggu kedua untuk SMA. Sedangkan UN bagi SMP akan digelar pada minggu keempat.

Setelah UN, siswa juga akan mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang akan dilaksanakan dan diatur oleh masing-masing sekolah.

Semua mata pelajaran (mapel) diujikan termasuk yang sudah diujikan dalam UN.

”Memang ini lebih berat, tapi sekarang kondisi sudah kondusif,” kata Bambang Suryadi, Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Untuk SMK, mata pelajaran (mapel) yang akan diujikan:
1. Matematika
2. Bahasa Indonesia
3. Bahasa Inggris
4. Teori Kejuruan

Sementara untuk SMA, tidak banyak berubah. Mapel yang diujikan:
1. Matematika
2. Bahasa Indonesia
3. Bahasa Inggris
4. Satu mapel pilihan sesuai dengan jurusan (IPA/IPS)

Pemerintah telah memasuki tahun keempat pelaksanaan UNBK. Hingga saat ini tercatat sudah 78 persen cakupan UNBK di seluruh provinsi di Indonesia.

Sementara sisanya, 22 persen, masih menggunakan UN berbasis kertas (UNKP). Prosentase ini naik dari tahun lalu yang hanya mencakup 49 persen UNBK.

Apa Tanggapan Anda ?