BELA NEGARA. Upacara peringatan Hari Bela Negara ke-75 dan Hari Ibu ke-95 tingkat Kota Magelang di halaman kantor Pemkot Magelang, Jumat (22/12/2023). (foto: prokompimkotamgl) 
Siedoo.com - BELA NEGARA. Upacara peringatan Hari Bela Negara ke-75 dan Hari Ibu ke-95 tingkat Kota Magelang di halaman kantor Pemkot Magelang, Jumat (22/12/2023). (foto: prokompimkotamgl) 
Daerah

Jaga Keutuhan NKRI Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945

MAGELANG, siedoo.com – Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz menyatakan peringatan Hari Bela Negara merupakan tonggak untuk memantapkan komitmen dalam membangkitkan kesadaran bela negara yang diaktualisasikan dalam peran dan profesi setiap warga negara.

———

“Bersama-sama kita menyebarkan nilai-nilai bela negara di lingkungan masing-masing, sehingga bela negara menjadi kesadaran nasional dan gerakan nasional, sebagai bentuk tanggung jawab kita semua dalam mempertahankan negara dan menjaga keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” papar Dokter Aziz.

Hal itu disampaikan saat upacara peringatan Hari Bela Negara ke-75 dan Hari Ibu ke-95 tingkat Kota Magelang di halaman kantor Pemkot Magelang, beberapa waktu lalu.

Upacara diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai intansi/lembaga, pelajar, mahasiswa, dan jajaran pejabat Forkompida Kota Magelang.

Para kesempatan yang sama, Dokter Aziz mengucapkan selamat Hari Ibu ke-95 bagi kaum perempuan dan para ibu di seluruh Kota Magelang.

Dia menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas kontribusi kaum perempuan terhadap pembangunan.

“Semoga peringatan ini menjadi motivasi bagi para perempuan untuk meningkatkan eksistensinya dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat,” imbuhnya.

Selanjutnya, Dokter Aziz membacakan amanat Presiden RI Joko Widodo tentang peringatan Hari Bela Negara ke-75 tahun 2023 yang mengangkat tema “Kobarkan Bela Negara untuk Indonesia Maju”.

Dipaparkan Dokter Aziz, tantangan ke depan semakin tidak terduga. Masyarakat bukan hanya menghadapi ancaman fisik, tetapi juga ancaman yang tak kasat mata.

Pandemi, konflik global, revolusi teknologi, hingga krisis iklim telah membawa dampak dan risiko ketahanan negara.

“Kita harus memiliki jiwa Bela Negara sebagai pilar utama yang menjadikan kita tangguh dan cerdas dalam menghadapi situasi yang tidak menentu. Semangat Bela Negara bukan hanya tanggung jawab aparat pertahanan, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat,” paparnya.

Baca Juga :  Siswi Ekonomi Sutradarai Pementasan Teater

Bela Negara di Indonesia, katanya, bukan hanya terkait pada aspek militer tetapi harus lebih luas lagi, merangkul semua lapisan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Setiap tindakan, sekecil apapun, yang dilandasi cinta kepada bangsa dan negara, cinta kepada Pancasila dan NKRI adalah wujud konkrit Bela Negara. (prokompim/kotamgl/siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?