INOVASI. Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi UNY berinovasi membuat permainan kit anak. (foto: uny)
Siedoo.com - INOVASI. Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi UNY berinovasi membuat permainan kit anak. (foto: uny)
Daerah

Mahasiswa UNY Ubah Sampah Anorganik Jadi Permainan Kit Anak

YOGYAKARTA, siedoo.com – Dengan memanfaatkan sampah anorganik, mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi UNY berinovasi. Mereka mengubahnya menjadi permainan kit anak. Karya itu dinamai Mekar Fun Kit.

———

Produk ini memanfaatkan botol plastik sebagai bahan utama dalam pembuatannya karena mudah didapat, terjangkau dengan kain perca sebagai bahannya. Mereka adalah Fathun Ayuba, Talitha Rasendria Nugraheni, Azizah Sekarhani dan Anggit Windyarti dari prodi PG PAUD.

Membuat fun kit dari sampah organik karena didasari permasalahan sampah terutama di DIY.

“Banyak masyarakat yang belum sadar terhadap hal tersebut, sehingga sampah menumpuk di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan dan akhirnya tutup sementara,” kata Fathun, Senin (2/10).

Padahal berbagai jenis sampah pada dasarnya dapat diolah kembali menjadi barang yang berharga, termasuk sampah anorganik yang butuh perhatian khusus karena merupakan jenis sampah yang tidak dapat terurai atau membutuhkan waktu lama.

Mahasiswa kelahiran Kulonprogo, 29 Juli 2002 itu memaparkan bahwa dalam memanfaatkan sampah masyarakat Indonesia masih kurang kesadaran maupun wawasan mengenai hal tersebut. Walau sudah mulai banyak masyarakat Indonesia yang mulai memilah sampah namun hanya berhenti disitu saja, belum banyak yang menyalurkan ide kreatifnya untuk membuatnya menjadi sesuatu yang berharga.

“Sehingga sampah yang diolah umumnya hanya menjadi hiasan atau barang yang kurang fungsional,” tandasnya.

Talitha Rasendria Nugraheni menambahkan fun kit yang mereka buat bertarget pasar para orang tua yang memiliki anak usia 3-5 tahun.

“Media pembelajaran tersebut akan menstimulasi berbagai perkembangan anak usia dini, utamanya perkembangan motorik halus anak saat menyelesaikan karya yang ada,” papar Talitha.

Dengan media berkarya tersebut juga dapat memberikan lapangan pekerjaan pada pemulung di sekitar Yogyakarta untuk dapat memilah lagi sampah yang akan diolah sebagai bahan media. Dengan adanya berbagai benefit tersebut Talitha berharap Mekar Fun Kit dapat dipasarkan dengan harga terjangkau agar anak-anak dapat merasakan manfaatnya.

Baca Juga :  Antin Purwanti Peroleh IPK Tertinggi

Azizah Sekarhani mengatakan bahan yang dibutuhkan untuk membuat Mekar Fun Kit adalah botol plastik, kain flannel dan kain perca, mata ikan, lem kayu, perekat Velcro serta cat akrilik.

“Alatnya menggunakan gunting, penggaris, cutter, bolpoin, pensil, kuas, pistol lem,” katanya.

Cara membuatnya pertama siapkan botol plastik lalu dicat menggunakan cat akrilik warna putih sebagai warna dasar. Untuk membuat celengan botol dilubangi di samping atas dan jika digunakan untuk tempat pensil botol dipotong seperempatnya.

“Kain flannel di potong sesuai dengan keliling botol dan diberi perekat pada ujungnya. Kemudian dipackaging dan diberi label merk. Fun kit siap dipasarkan,” terangnya.

Anggit Windyarti menjelaskan bahwa fun kit ini melatih motorik halus anak yang didalamnya terdapat kegiatan menggunting, menempel, merekatkan dan mengancing.

“Melalui produk Mekar Fun Kit ini anak akan melakukan beberapa kegiatan yang melatih motorik halusnya yaitu menggunting pola pada kain flanel, menempelkan pola yang telah digunting, merekatkan kain flanel dan mengancingnya,” katanya.

Karya ini berhasil meraih dana dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi RI dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang PKM-K tahun 2023. (uny/siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?