FIKES. Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggelar pelatihan preceptor. (foto: unimma)
Siedoo.com - FIKES. Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggelar pelatihan preceptor. (foto: unimma)
Daerah

Gelar Pelatihan Preseptor, APTFI Dukung Pendirian PSPPA di UNIMMA

MAGELANG, siedoo.com – Tim Task Force pendirian Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggelar pelatihan preseptor melalui ruang temu virtual zoom, belakangan ini. Apa yang dibahas?

———

Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). Sebagai pesertanya 70 orang yang merupakan preseptor, dosen Farmasi UNIMMA dan calon dosen PSPPA.

Dekan Fikes UNIMMA, Dr. Heni Setyowati Esti Rahayu, M.Kes mengatakan baik D3 maupun S1 Farmasi UNIMMA akan selalu mengupayakan kualitas lulusannya.

“Salah satu komitmen tersebut diwujudkan dengan rencana penambahan program studi baru yaitu pembukaan PSPPA sebagai bentuk pengembangan kualitas lulusan sarjana,” ujarnya.

Dekan menambahkan tujuan pelatihan tersebut untuk memberikan gambaran dan wawasan terkait tugas dan tanggung jawab preseptor dalam melakukan pembimbingan Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA).

“Terima kasih untuk Bapak Ibu yang sudah meluangkan hadir di kegiatan ini, kami mohon bantuannya,” tandasnya.

Ia berharap, nantinya preseptor memiliki kemampuan yang memadai agar dapat merencanakan proses pembelajaran dengan baik di tempat praktiknya masing-masing.

“Dan dapat mengarahkan profesionalitas dari para calon apoteker saat memasuki dunia kerja,” tutur Dekan.

Sementara itu, Sekretaris APTFI, Prof. apt. Fatma Sri Wahyuni, PhD menyatakan dukungannya terhadap pendirian PSPPA di UNIMMA.

Dijelaskan, saat ini APTFI sangat menghire dan memotivasi program studi untuk bisa menambah terkait dengan program studi Apoteker.

“Kenapa? Karena jumlah yang masih jauh berimbang dimana jumlah program studi S1 ini yang di bawah keanggotaan APTFI itu hampir 300 sementara program studi profesinya hanya 56 saja,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Prof Fatma menyebutkan APTFI memiliki tugas yang tidak ringan untuk mengawal pembukaan program studi baru.

Baca Juga :  Kampung Tidar Warung Dicanangkan Sebagai Kampung Religi, Tak Sekadar Slogan Belaka

“Saya lihat dari profil Farmasi UNIMMA baik itu fasilitas maupun SDM ini sudah sangat mumpuni ya, dan mudah-mudahan proses pembukaan prodi barunya berjalan dengan lancar,” imbuhnya.

Dalam rangkaian kegiatan pelatihan tersebut, dihadirkan enam narasumber dari APTFI dan satu dari UNIMMA.

Seluruh peserta diberikan pre test, beberapa materi, post test dan refleksi pelatihan di akhir kegiatan nanti. (unimma/siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?