MAINKAN. Ki Andritopo memainkan lakon pewayangan di acara Pagelaran dan Pendidikan Wayang yang dihadiri  siswa-siswi kelas VII dan VIII SMPN 3 Kota Magelang. (foto: istimewa)
Siedoo.com - MAINKAN. Ki Andritopo memainkan lakon pewayangan di acara Pagelaran dan Pendidikan Wayang yang dihadiri  siswa-siswi kelas VII dan VIII SMPN 3 Kota Magelang. (foto: istimewa)
Kegiatan Pendidikan

Disdikbud Kota Magelang Ajak Siswa SMPN 3 Nonton Pagelaran Wayang Infus, Lakon Kebo Nyusu Gudel

MAGELANG, siedoo.com – Pagelaran wayang yang digaungkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang, Jawa Tengah terlaksana. Kedua kalinya digelar di Gedung Olahraga (GOR) Samapta, Kamis 15 Juni 2023. Ini dilaksanakan siang hari, bukan malam. Mengapa?

———

Memilih waktu di siang hari, tidak lain, agar siswa-siswi di kota setempat bisa menyaksikan.

Dalam kesempatan tersebut, yang menikmati siswa-siswi kelas VII dan VIII SMP Negeri 3 Kota Magelang.

Dalangnya Ki Andritopo. Lakonnya Kebo Nyusu Gudel. Wayang Infus.

“Kita mulai jam 9 pagi. Maksimal selesai jam 12 siang. Karena kalau terlalu lama anak-anak mungkin bosan. Sehingga kita padatkan Pagelaran dan Pendidikan Wayang ini,” kata Staf Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Magelang, Anggara Putra.

Dijelaskan, dari pagelaran tersebut esensinya bisa masuk ke pelajaran. Dan waktunya pun tidak harus malam.

“Oh, ternyata pagelaran wayang itu tidak hanya dilaksanakan pada malam hari. Tapi juga bisa dilaksanakan di pagi hari,” tambahnya.

Para siswa datang berjalan kaki dari sekolah. Dari sekolah ke tempat pagelaran tidaklah jauh.

Sebelumnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggandeng SMPN 2 Kota Magelang. Berikutnya mereka akan mengajak SMPN12, 5, dan 1 Kota Magelang.

“Maunya kami semua 13 SMP Negeri, tapi itu (anggaran) terbatas,” kata Anggara.

Dengan adanya pagelaran tersebut diharapkan siswa mencintai budaya wayang. Menurut Anggara, wayang merupakan warisan budaya yang diakui dunia. Siapa lagi kalau bukan generasi selanjutnya sebagai penerus.

“Daripada kita nanti harus nonton di luar negeri, mumpung masih ada di Indonesia lestarikan dikembangkan. Syukur-syukur ada bibit-bibit penerusnya, terutama siswa-siswi,” harapnya.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud, Fadli Kurniawan. Kemudian dimulai pagelaran wayang yang berdurasi 1 jam. Lalu dilanjutkan diskusi serta hiburan lainnya.

Baca Juga :  Lintas Kultural, Isu Global yang Menemukan Momentumnya di Masa Pandemi Covid-19

“Wayang itu tidak hanya satu jenis, ya? Tidak hanya wayang kulit dan lain sebagainya,” tandasnya.

Dinyatakan, di Kota Magelang potensi dalang cukup banyak. Mereka punya spesialisasi.

“Nah yang kami undang kali ini adalah salah satu dalang kreasi. Beliau juga menciptakan dan memainkan wayang infus,” jelasnya.

Dijelaskan, dalang yang diundang tersebut berasal dari Magelang. “Kami ingin memberikan apresiasi kepada dalang di Kota Magelang,” imbuhnya.

Pagelaran tersebut mendapat apresiasi dari penontong. Vania, siswi kelas VII merespons positif. Terutama terkait dengan ceritanya.

“Bagus. Ceritanya tentang orang tua yang patuh kepada anaknya. Dan itu mengajarkan bahwa kita seharusnya yang patuh orang tua. Bukannya orang tua yang patuh kepada anaknya,” terangnya. (fida/siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?