SIPLAH. Diskusi mengenai SIPLah di SMA Negeri Sumatera Selatan, Palembang, Selasa (6/12/2022). (foto: kemendikbudristek)
Siedoo.com - SIPLAH. Diskusi mengenai SIPLah di SMA Negeri Sumatera Selatan, Palembang, Selasa (6/12/2022). (foto: kemendikbudristek)
Nasional

SIPLah Permudah Sekolah Beli Barang Kebutuhan, Belanja Pakai Dana BOS tak Perlu Jalan Kaki

PALEMBANG, siedoo.com – Sekolah Aman Berbelanja melalui Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) telah diluncurkan Kemendikbudristek. Dengan adanya SIPLah, kini satuan pendidikan dapat melaksanakan proses pengadaan barang dan jasa (PBJ) secara daring dengan fleksibel dan aman.

Kehadiran SIPLah diapresiasi oleh para kepala sekolah dan operator sekolah karena mempermudah mereka dalam pembelanjaan barang-barang kebutuhan sekolah.

Operator SIPLah di SD Xaverius 1 Palembang, Sudiro mengatakan, sekolahnya sudah menggunakan SIPLah sejak tahun 2020. Pada tahun itu, katanya, sekolah diwajibkan memakai SIPLah dan dilarang melakukan transaksi tunai.

“Itu jadi tantangan tersendiri bagi sekolah,” katanya dalam diskusi mengenai SIPLah di SMA Negeri Sumatera Selatan, Palembang, Selasa (6/12/2022), dilansir dari laman resmi Kemendikbudristek.

Ia menuturkan, sebelum ada SIPLah, sekolahnya memenuhi kebutuhan sekolah atau membelanjakan dana BOS dengan berjalan kaki dari toko ke toko untuk mencari barang dan toko yang cocok.

Selain itu, mereka juga dihantui masalah pajak, sementara informasi yang ada cukup membingungkan. Sudiro juga mengaku kesulitan dalam melakukan pelaporan karena harus memilah dokumen sendiri secara manual.

Terkait tata kelola keuangan, SIPLah mempermudah pendokumentasian elektronik untuk setiap transaksi sehingga tercipta transparansi dan akuntabilitas, serta tercapai efisiensi anggaran dan opsi penyedia yang lebih banyak/beragam.

“Dengan adanya SIPLah dan ARKAS, kami jadi belanja lebih enak menurut RKAS. Barang-barang yang kami butuhkan ada di SIPLAh. Tinggal kami pilih sesuai spek yang kami butuhkan. Dokumen dan berkas-berkas yang kami butuhkan selalu ada dan bisa diambil ulang dokumennya,” tutur Sudiro.

Di SIPLah, informasi mengenai durasi pengiriman yang dibutuhkan sekolah juga tercantum. Sekolah dapat memilih mitra pengiriman dan durasi kecepatan pengiriman yang paling sesuai dengan kebutuhan sekolah.

Baca Juga :  Peserta Didik Harus Didorong Menjadi Aktif dan Kritis

“Kami bisa menentukan kapan barang harus sampai, kapan waktu harus bayar, itu kami tentukan sendiri. Ke depan kami akan tetap memakai SIPLah karena itu salah satu sistem atau cara yang saat ini dan ke depannya cocok bagi sekolah kami,” ujar Sudiro.

Dalam kesempatan yang sama, hal senada juga diungkapkan oleh operator SIPLah di SMA Negeri Sumatera Selatan, Farida Hasmi. Menurutnya, SIPLah sangat efisien, efektif, dan memberikan kemudahan.

Ia hanya perlu membuka aplikasi dan bisa berbelanja dari toko mana pun di Indonesia, bahkan bisa mengecek sudah sampai di mana proses pemesanannya. Dari segi pembayaran pun lebih mudah menggunakan SIPLah.

“Tidak ribet antre di bank. Jadi belanja bisa di sekolah, pembayarannya pun cukup di sekolah, sudah terbayarkan. Dari ARKAS juga tinggal input dan sudah selesai pekerjaan sampai pelaporan,” kata Farida.

Kepsek SMAN Sumatera Selatan, Iswan Djati Kusuma mengatakan, sebagai kepala sekolah ia merasa bebannya berkurang setelah sekolah menggunakan SIPLah untuk pembelanjaan.

“SIPLah memberikan tidur yang nyenyak kepada saya sebagai kepala sekolah. Ini tahun yang ke-12 saya jadi kepala sekolah. Sebelumnya selama sepuluh tahun saya jadi kepala sekolah di daerah,” katanya.

“Di daerah kami sudah mengenal SIPLah sejak lama, tapi tidak bisa belanja karena keterbatasan internet. Sekarang di sekolah ini kami sudah menggunakan SIPLah untuk semua kegiatan, terutama belanja modal. Saya benar-benar terbantu dari sisi psikologi,” tambahnya.

Di Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMK PK), SIPLah dapat digunakan untuk belanja peralatan praktik siswa SMK. Operator SIPLah di SMK Taman Siswa 1 Palembang, Nafsiyah, mengungkapkan bahwa semua pembelanjaan alat praktik di sekolahnya dilakukan melalui SIPLah.

Baca Juga :  Astaga, Dana Rehabilitasi Sekolah di Lombok Diduga Dikorupsi

“Jadi belanja peralatan praktik siswa dikhususkan untuk belanja di SIPLah. Misalnya untuk jurusan Perkantoran, mulai dari komputer sampai alat perkantoran lain seperti telepon dan lain-lain itu belanjanya di SIPLah semua. Peralatan yang ada di ruang praktik juga seluruhnya menggunakan pembelanjaan di SIPLah,” ujar Nafsiyah.

Ia menambahkan, untuk kebutuhan alat di jurusan lain, tiap jurusan bisa melakukan kolaborasi. Misalnya jurusan Akuntansi bisa menggunakan peralatan yang sama dengan jurusan Perkantoran. Alat-alat tersebut tersedia di dalam satu ruang praktik yang bisa digunakan bersama.

Menurut Nafsiyah, SIPLah memiliki banyak kelebihan dan memberikan kemudahan bagi pengelola keuangan di bagian tata usaha sekolah.

“Kami tidak was-was lagi karena kami transfer uangnya setelah barangnya datang dan sudah kami cek kondisinya. Kalau bagus dan sesuai, baru kami transfer uangnya. Dari transfer uang itu kami bisa terima faktur pajaknya, terus invoice-nya sudah ada sebelum kami bayar, termasuk surat SPK-nya juga sudah ada,” jelasnya.

“Pokoknya udah lengkap. Kami bisa langsung print out ketika batas waktu akhir laporan, jadi kami tidak ribet lagi, hanya tinggal nge-print saja,” lanjutnya.

SIPLah adalah sistem elektronik yang dapat digunakan sekolah untuk melaksanakan proses pengadaan barang dan jasa secara daring yang dananya bersumber dari dana BOS. Melalui SIPLah, sekolah semakin dapat berbelanja dengan aman sebab alur pembelanjaan dijamin sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Selain itu, akan lebih banyak pilihan mitra pasar dan penyedia; lebih banyak pilihan mitra pengiriman; fitur-fitur yang tersedia lebih lengkap terdiri dari pembatalan transaksi, aduan, serta dasbor pemantauan status transaksi untuk menghindari kesalahan maupun penipuan. (kemendikbudristek/siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?