AGRO. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berada di Soropadan Agro Festival 2022 di Kabupaten Temanggung. (foto: jatengprov) 
Siedoo.com - AGRO. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berada di Soropadan Agro Festival 2022 di Kabupaten Temanggung. (foto: jatengprov) 
Daerah

Ini Dia Tiga Petani Milenial Jateng yang Mampu Jaga Kedaulatan Pangan, Omzet hingga Rp100 Juta

TEMANGGUNG, siedoo.com – Tiga petani milenial asal Jawa Tengah mampu menjaga kedaulatan pangan hingga mendulang pendapatan jutaan rupiah per bulannya.

Ketiga petani itu adalah Hendi Nur Seto asal asal Kecamatan Bansari Temanggung, Eko Tugiyono asal Bandungan, Kabupaten Semarang, dan Untungno Widi Nugroho asal Kertek, Kabupaten Wonosobo.

Hal itu tampak dalam kegiatan Soropadan Agro Festival di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah Senin – Rabu (24-26/10/2022).

Hendi Nur Seto mengatakan, usahanya pertanian yang digelutinya memproduksi buah melon premium di greenhouse menggunakan sistem hidroponik, dengan kapasitas 10 ribu tanaman.

“Kalau lancar, per minggu itu (produksi) 1-2 ton (per greenhouse). Total untuk 10 greenhouse itu 10-20 ton,” kata Hendi.

Eko Tugiyono mengaku mendapatkan dukungan dari gubernur. Termasuk gubernur yang menanyakan tanaman aglonema yang dibudidayakannya.

“Omzet rata-rata per bulan Rp 50 juta-Rp100 juta untuk kondisi saat ini,” kata Eko.

Sementara Untungno Widi Nugroho menambahkan, perkembangan produksi ubi madu yang dibudidayakannya cukup bagus, yakni 25-35 ton

“Kadang lebih, karena target panen itu satu bulan tiga hektare. Itu harus,” ujar Untungno.

Terkait dengan Soropadan Agro Festival 2022, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo berharap kedaulatan pangan bisa terjaga. Ganjar pun mendorong dengan tagline Gumregah Gayeng Bareng Petani Jateng.

“Menurut saya, mereka champion yang bisa kita jadikan contoh soal pangan itu, betul-betul generasi berikutnya itu siap kok membereskan soal ini (pangan),” kata Ganjar.

Orang nomor satu di Jateng ini mengatakan, keberadaan petani milenial setidaknya memperlihatkan adanya regenerasi petani yang terjadi, termasuk, inovasi dalam bertani.

“Cara bertaninya sangat modern, ini menjadi inspirasi buat yang lain,” ucap Ganjar.

Dia menilai, di Jawa Tengah juga banyak ditemukan pangan alternatif. Hal itu menggambarkan Jawa Tengah siap menuju kedaulatan pangan ke depannya.

Baca Juga :  Pelajar, Pemuda dan Tokoh Agama Dialog tentang Kerukunan Umat

‘Mereka berdaulat, bahkan produk alternatif, kita melihat banyak sekali pangan alternatif di Jawa Tengah,” imbuh gubernur. (provjateng/siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?