foto: int

Nasional

Tiga Syarat Kirim Buku Gratis via Pos Indonesia

SMK Muhammadiyah 2 Muntilan

JAKARTA – Dirjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud setiap tanggal 17 bekerja sama dengan PT Pos Indonesia menggelar program donasi buku. Bentuknya mengumpulkan dan menyebarkan buku-buku ke pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), taman bacaan masyarakat, PAUD yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Kami merasa terpanggil dan terhormat diajak untuk menyebarkan buku ke pihak yang membutuhkan. Ini juga sebagai bagian visi PT Pos Indonesia dalam meningkatkan layanan serta mencerdaskan anak bangsa,” ujar Direktur Utama PT Pos Indonesia Gilarsi W Setijono sebagaimana ditulis Sindonews.

Di pihak pemerintah kerja sama tersebut untuk memperkuat dan mempermudah pencapaian program literasi dan peningkatan minat baca buku bagi masyarakat.

“Khususnya yang berada di pelosok tak terjangkau,” ungkap Dirjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud Harris Iskandar.

Terkait mekanisme pengiriman, Pos Indonesia memberlakukan syarat-syarat tertentu bagi para pengirim. Apa saja syaratnya.

1. Untuk dibebaskan dari biaya, pengiriman buku tidak bisa dilakukan di agen-agen pos. Tetapi harus melalui kantor Pos.

2. Berat paket buku yang dikirim juga dibatasi, yakni maksimal 10 kg untuk satu pengiriman dalam satu bulan.

3. Pengiriman pun harus ditujukan kepada aktivis literasi atau taman bacaan masyarakat.

“Masyarakat bisa sebagai donatur buku, dan penerimanya harus pengelola taman bacaan masyarakat,” tutur Manager Humas Pos Indonesia Abu Sofyan sebagaimana ditulis CNN Indonesia.

Perihal potensi penyelewengan, Pos Indonesia mengaku tidak memiliki pencegahan khusus. Pos Indonesia hanya mengidentifikasi identitas pengirim dan penerima. Jika pengirim bukan aktivis literasi atau donatur, dan penerima bukan aktivis literasi atau taman bacaan masyarakat, maka biaya gratis tidak diberikan.

Kemudian, jika bentuk paket yang dikirim tidak menyerupai bentuk buku, petugas kantor Pos akan membuka paket tersebut. Tujuannya, untuk memastikan agar tidak ada penyelewengan dari aturan pengiriman gratis.

Soal pemeriksaan ini, Pos Indonesia tidak akan menggunakan mesin untuk mendeteksi isi paket.

“Kami yakin lah masyarakat Indonesia sudah cerdas. Penyelewengan-penyelewengan semacam itu kecil kemungkinannya karena bentuk buku bisa kelihatan,” lanjut Abu.

Pos Indonesia menyatakan pengiriman buku gratis ini termasuk perwujudan dari slogan “BUMN Hadir untuk Negeri” yang dicanangkan beberapa tahun lalu.

“Peran Pos Indonesia melalui program kirim buku bebas biaya diharapkan bisa menumbuhkan kecintaan masyarakat akan buku,” kata Abu.

Apa Tanggapan Anda ?