Daerah

Pelatihan Gizi Bencana bagi Tenaga Kesehatan dan Relawan Kebencanaan

BOGOR - Sebanyak 26 peserta mengikuti Pelatihan Gizi Bencana Bagi Tenaga Kesehatan dan Relawan Kebencanaan di Kota Bogor, Jawa Barat. Pelatihan yang dilangsungkan secara offline ini diikuti 26 peserta yang merupakan tenaga kesehatan di seluruh Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa di 12 provinsi dan para relawan kesehatan Dompet Dhuafa.

Pelatihan ini digelar dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang pelayanan nutrisi bagi kelompok rentan pada situasi bencana. Pelaksana kegiatan adalah Dompet Dhuafa dengan menggelar orientasi yang selama tiga hari, mulai dari 20 sampai 22 Oktober 2021.

“Mengingat pentingnya pelatihan ini dan metode yang digunakan juga tidak bisa dengan online, maka kita dengan penuh kehati-hatian memutuskan untuk bisa melakukan pelatihan ini dengan bertatap muka," kata Sifing Lestari, Senior Officer Promosi Kesehatan Divisi Kesehatan Dompet Dhuafa.

Pelatihan ini diikuti oleh 26 peserta yang berasal dari 12 provinsi di Indonesia, kemudian juga diikuti oleh relawan kesehatan Dompet Dhuafa. Seperti dokter maupun tenaga medis lainnya.

"Kemudian LPM dan teman-teman DMC sebagai kapten dalam setiap respon kebencanaan di Dompet Dhuafa,” ungkap Sifing Lestari.

Peresmian pelatihan gizi bencana ini dihadiri dr. Yeni Purnamasari, MKM, General Manager Divisi Kesehatan Dompet Dhuafa, Iwan Halwani, SKM., M.Kes yang menjabat sebagai Koordinator Substansi Kewaspadaan Gizi, Direktorat Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, lalu Sifing Lestari dan Haryo Mojopahit, Kepala DMC (Disaster Management Center) Dompet Dhuafa.

Dr. Yeni Purnamasari, MKM dalam sambutannya menjelaskan pelatihan yang digelar oleh Dompet Dhuafa ini merupakan usaha untuk memperkuat upaya pendampingan respon Dompet Dhuafa secara menyeluruh. Pelatihan gizi bencana ini merupakan program kelanjutan dari upaya Divisi Kesehatan Dompet Dhuafa bersama DMC Dompet Dhuafa dan LPM (Lembaga Pelayanan Masyarkat) Dompet Dhuafa sebagai tiga entitas organ pelaksana program di Dompet Dhuafa untuk memperkuat upaya-upaya pendampingan respon kita dari hulu ke hilir.

"Sebelumnya kita sudah ada program respon gizi, kita menyebutnya program corner gizi. Dukungan untuk kelompok rentan, baik ibu hamil, ibu menyusui dan bayi balita,” ujar Yeni.

Lebih dalam lagi Ia berharap pelatihan ini dapat memperkuat komitmen untuk membuat kerangka program yang akan terkelola dengan lebih baik. Sehingga pihaknya membutuhkan arahan dan masukan bagaimana subkluster gizi ini dapat sesuai dengan standar atau pedoman yang ada, sekaligus dapat diimplementasikan.

"Jadi yang terpenting adalah nanti teman-teman yang menjadi peserta hari ini sampai dengan tiga hari kedepan akan menjadi vocal point, akan menjadi penanggung jawab untuk program respon gizi bencana di wilayahnya masing-masing,” beber Yeni.

Sementara itu, Iwan Hawani, SKM, M.Kes dalam sambutannya menekankan Dompet Dhuafa untuk menempatkan, struktur penanggulangan bencana di setiap daerah. “Yang terpenting adalah koordinasi, bagaimana menempatkan Dompet Dhuafa itu dalam struktur penanggulangan bencana di setiap daerah,” ucap Iwan.

Peresmian pembukaan pelatihan diakhiri oleh pemaparan dari Haryo Mojopahit yang menerangkan peran Dompet Dhuafa ketika turun dalam bencana diharapkan ada perubahan di kehidupan masyarakatnya. "Oleh karena itu jika kita lihat kenapa kita harus ada program kebencanaan, salah satunya itu adalah kita mau maryarakat itu berdaya dalam menghadapi bencana,” tandasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?