Pendidikan Karakter oleh Polri
Daerah

SMPN 9 Magelang Gelar Orientasi Kesiapan PTM Terbatas

MAGELANG - Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 9 Kota Magelang, Jawa Tengah melaksanakan kegiatan orientasi kesiapan peserta didik sebagai persiapan untuk melaksanakan Pertemuan Tatap Muka (PTM) terbatas. Orientasi dilaksanakan selama 6 hari dengan melibatkan seluruh siswa kelas 7, 8, dan 9 secara terjadwal.

Orientasi tersebut dilakukan secara full offline mulai dari Senin hingga Sabtu (18 - 23/09/2021). Pelaksanaan orientasi tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat.

Setiap harinya selama waktu orientasi jumlah siswa dibatasi hanya 50 persen. Yang mana satu angkatan kelas akan melakukan orientasi selama dua hari dengan jumlah peserta didik masing-masing 50 persen dari totalnya.

Kegiatan orientasi ini merupakan inisiatif dari kepala sekolah dan juga semua guru SMPN 9 Kota Magelang. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan terhadap aktifitas belajar peserta didik, maka disimpulkan bahwa secara umum motivasi peserta didik mulai menurun. Sehingga, perlu adanya peningkatan motivasi untuk kembali belajar di sekolah maupun di rumah.

Dr. Siti Yulaeha, S.Pd, M.Si., Kepala SMPN 9 Kota Magelang mengungkapkan kondisi di lapangan bahwa, anak-anak sekarang ini sudah lama tidak bersekolah. Sehingga, mereka terkontaminasi oleh teman bermain yang tidak terbatas, Tiktok dan bermain game sampai larut malam.

"Situasi inilah yang akan menyebabkan loss learning," ujar Yulaeha.

Berdasarkan permasalah tersebut, maka kepala sekolah dan para guru berinisiatif untuk mempersiapkan baik peserta didik maupun guru agar siap belajar di sekolah. Orientasi ini juga bersifat wajib bagi semua peserta didik, kecuali mereka yang sedang dalam kondisi sakit.

"Buat apa saya mulai pembelajaran yang fokus pada kognitif - akademik jika mental dan spiritual mereka belum siap. Jadi sebelum memberikan materi kami mencoba mengkondisikan kebiasaan hidup anak-anak yang baik," tutur Yulaeha.

Baca Juga :  Komaruddin Hidayat Sambangi Mini Bank Syariah
SMPN 9 Kota Magelang bekerjasama dengan Kapolsek Magelang Utara untuk penguatan karakter khusus bagi siswa kelas 9.

Orientasi kesiapan PTM mencakup tiga materi, yaitu agama, olahraga, dan bimbingan konseling. Kegiatan agama dibimbing oleh tim guru agama, baik Islam, Katolik maupun Kristen. Bagi yang beragama Islam kegiatan yang dilakukan diantaranya seperti membaca doa dan asmaul husna. Sedangkan untuk non - muslim dapat membaca injil dan kitab-kitab lainnya.

Selama kegiatan, peserta didik berada di kelas masing-masing beserta wali kelas. Guru agama akan memberikan bimbingan melalui speaker yang telah dihubungkan dengan seluruh ruangan.

Menit sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, siswa dan guru dihimbau untuk membaca kitab sucinya masing-masing. Kegiatan ini semata untuk meningkatkan jiwa spritual para siswa.

Selanjutnya adalah kegiatan olahraga, dimana peserta didik dikumpulkan di lapangan dengan tetap berjarak. Saat olahraga tersebut, siswa diberikan beberapa materi seperti Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), tentang cara menjaga kesehatan, bagaimana memakai masker yang benar, dan bagaimana tetap membiasakan diri untuk selalu menjaga jarak.

Kegiatan terakhir masa orientasi adalah bimbingan konseling. Peserta didik kembali ke kelas dengan didampingi oleh guru BK dan wali kelas. Tugas utama guru BK adalah memotivasi siswa tentang pentingnya menuntut ilmu dan mengenalkan kembali bagaimana belajar yang baik.

Kegiatan olahraga saat masa orientasi
Kegiatan olahraga saat masa orientasi di SMPN 9 Kota Magelang.

SMPN 9 Kota Magelang bekerjasama dengan Kapolsek Magelang Utara melaksanakan kegiatan penguatan karakter khusus bagi siswa kelas 9. Kegiatan penguatan karakter ini dilaksanakan selama dua hari di ruang aula SMPN 9 Magelang.

"Disini yang bisa kita lakukan adalah belajar mendidik anak untuk bisa bertanggungjawab melindungi dirinya sendiri dan keluarga," imbuh Yulaeha.

Adapula model pembiasaan yang diterapkan di SMPN 9 Magelang, yaitu Gelisuci, Gerakan Literasi Kitab Suci. Gelisuci tidak hanya dilakukan oleh para siswa saja, namun juga semua guru dan karyawan. Pembiasaan ini dilakukan selama 15 menit sebelum memulai kegiatan.

Baca Juga :  Wujudkan Visi, SMP Negeri 9 Kota Magelang Maksimalkan Layanan Pendidikan

"Pertama disentuh dulu agamanya, setelah hati dan rohnya tersentuh, sudah paham mengapa harus menuntut ilmu, maka untuk pembelajaran selanjutnya pasti akan lebih mudah," tandasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?